Mengapa Pariwisata Ramah Lingkungan Semakin Penting?
- 30 Sep 2026 21:14 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi : Pariwisata memang membawa peluang ekonomi, tetapi di saat yang sama juga meninggalkan jejak terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. UN Tourism mencatat bahwa sektor pariwisata menyumbang sekitar 8% emisi gas rumah kaca global, sehingga pertumbuhan wisata perlu diiringi dengan cara bepergian dan mengelola destinasi yang lebih bertanggung jawab.
Wisatawan pun mulai semakin peduli dengan dampak perjalanan mereka, mulai dari sampah, penggunaan energi, hingga kelestarian alam dan budaya lokal. Perubahan ini membuat konsep eco-tourism bukan lagi sekadar tren, tetapi menjadi bagian dari cara industri pariwisata menjawab kebutuhan wisatawan sekaligus menjaga destinasi tetap hidup dalam jangka panjang.
Di Indonesia, peluangnya sangat besar karena kita memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi daya tarik wisata dari berbagai daerah. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nasional terus menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi domestik, sehingga pengelolaan destinasi yang berkelanjutan dapat memberi manfaat ekonomi tanpa harus mengorbankan lingkungan.
Pariwisata ramah lingkungan juga bukan berarti wisata harus menjadi mahal atau kehilangan keseruannya. Hal sederhana seperti mengurangi plastik sekali pakai, membawa tumbler, menggunakan transportasi bersama, memilih produk lokal, menjaga kebersihan, dan menghormati budaya setempat sudah menjadi langkah nyata yang bisa dilakukan wisatawan maupun pelaku usaha.
| Baca juga: Pesona Pegunungan Pelangi Zhangye di China |
Pada akhirnya, destinasi wisata yang baik bukan hanya tentang seberapa indah tempatnya hari ini, tetapi apakah keindahan itu masih bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Kita tidak hanya ingin datang, mengambil foto, lalu pulang; kita ingin meninggalkan jejak ekonomi yang baik, bukan meninggalkan kerusakan. (RF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....