Taufik Hidayat Kembali Pimpin BPC PHRI Bukittinggi, Perkuat Sinergi Pariwisata

  • 17 Sep 2026 17:37 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - H. Taufik Hidayat, SE kembali dipercaya memimpin Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia / BPC PHRI Bukittinggi untuk periode 2026–2031.

Kepercayaan tersebut diberikan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) PHRI Kota Bukittinggi yang berlangsung di Balai Sidang Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi, Kamis (17/9/2026).

Dalam Muscab tersebut, Taufik Hidayat berhasil memperoleh 23 suara, mengungguli kandidat Owner Hotel Monopoli DR. Rama Gusrianto,MM yang memperoleh 9 suara. Dari total 35 suara yang tersedia, sebanyak 32 suara dinyatakan sah, sementara tiga suara dinyatakan hangus.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Taufik Hidayat untuk kembali memimpin organisasi yang menaungi pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kota Bukittinggi selama lima tahun ke depan.

Muscab BPC PHRI Bukittinggi mengusung tema “Memperkuat Sinergi PHRI untuk Pariwisata Bukittinggi yang Berkualitas, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.” Tema tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan langkah PHRI menghadapi dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

Pelaksanaan Muscab dihadiri Ketua BPD PHRI Sumatera Barat E. Rina Pangeran, SE, MBA, unsur Pemerintah Kota Bukittinggi, Kapolres Bukittinggi, Danramil 01 Bukittinggi Mayor Inf. Karyanto, perwakilan Bank Nagari Bukittinggi, serta jajaran Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi.

Muscab BPC PHRI Bukittinggi secara resmi dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, SE, M.Ec.Dev, yang hadir mewakili Wali Kota Bukittinggi.

Terpilihnya kembali H. Taufik Hidayat,SE dengan perolehan suara 23 tidak hanya menjadi penanda keberlanjutan kepemimpinan BPC PHRI Bukittinggi, tetapi juga membawa harapan baru bagi pelaku industri perhotelan dan restoran untuk menghadapi berbagai tantangan pariwisata ke depan.

Ketua BPD PHRI Sumatera Barat E. Rina Pangeran,SE.MBA, mengatakan kondisi industri perhotelan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satunya berkaitan dengan efisiensi anggaran yang turut memberikan pengaruh terhadap aktivitas perjalanan dinas maupun kegiatan pemerintahan yang selama ini menjadi salah satu sumber pasar bagi industri perhotelan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap tingkat hunian kamar hotel sehingga pelaku industri harus mampu mencari strategi baru dan memperkuat kolaborasi.

Ia menekankan, PHRI tidak bisa hanya mengandalkan pola bisnis yang berjalan selama ini, tetapi perlu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya untuk menjaga keberlangsungan industri pariwisata.

E. Rina Pangeran yang merupakan putri Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, juga jebolan Amerika Serikat itu menyoroti pentingnya penguatan basis keanggotaan PHRI. Ia mengakui belum seluruh usaha hotel yang ada di Kota Bukittinggi tercatat sebagai bagian dari keanggotaan PHRI.

Karena itu, PHRI Sumatera Barat mendorong agar pendataan sekaligus penguatan keanggotaan dapat dilakukan lebih masif.

Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh pelaku usaha perhotelan memiliki ruang komunikasi dan koordinasi yang lebih kuat, sekaligus memudahkan organisasi dalam menyerap persoalan yang dihadapi pelaku industri di lapangan.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Bukittinggi terpilih periode 2026–2031, Taufik Hidayat, SE, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

Taufik yang juga merupakan Owner Grand Rocky Hotel Bukittinggi menegaskan, amanah untuk memimpin PHRI Bukittinggi lima tahun ke depan akan diarahkan pada penguatan organisasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kompetensi SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing industri perhotelan dan restoran, terlebih persaingan sektor pariwisata semakin dinamis.

Karena itu, salah satu agenda yang akan diperkuat adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang bekerja di sektor perhotelan maupun restoran di bawah naungan PHRI Bukittinggi.

Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat citra Bukittinggi sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Sumatera Barat.

Taufik juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan sinergi antara PHRI dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, Dinas Pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, perbankan, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi menjadi semakin penting karena sektor hotel dan restoran tidak berdiri sendiri. Perkembangannya berkaitan erat dengan jumlah kunjungan wisatawan, agenda pariwisata, kegiatan ekonomi, transportasi, promosi daerah, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala lokal maupun nasional.

Melalui kepemimpinan periode kedua ini, PHRI Bukittinggi diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam merumuskan masukan dan gagasan untuk pengembangan industri pariwisata daerah.

Apalagi, Bukittinggi memiliki berbagai potensi wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, mulai dari Jam Gadang, kawasan wisata sejarah, budaya Minangkabau, kuliner, hingga berbagai agenda dan event yang diselenggarakan sepanjang tahun.

Dengan terpilihnya kembali Taufik Hidayat, tantangan berikutnya adalah bagaimana mandat Muscab tersebut diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha.

Usai penetapan hasil Muscab, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka PHRI Bukittinggi dari Ketua BPD PHRI Sumatera Barat E. Rina Pangeran kepada Taufik Hidayat sebagai Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031.

Penyerahan pataka tersebut menjadi simbol dimulainya kembali amanah kepemimpinan Taufik Hidayat untuk lima tahun ke depan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir dalam Muscab BPC PHRI Kota Bukittinggi.

Dengan kepemimpinan baru untuk periode 2026–2031, PHRI Bukittinggi kini menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat organisasi, memperluas keanggotaan, meningkatkan kompetensi SDM, serta membangun sinergi yang lebih luas guna mendukung pariwisata Bukittinggi yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan. (JM/RRI.BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....