Muscab PHRI Bukittinggi Periode 2026–2031 Digelar, Dua Kandidat Muda Berebut Kursi

  • 17 Sep 2026 07:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia / BPC PHRI Bukittinggi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk periode kepengurusan 2026–2031, Kamis (17/9/2026) pagi bertempat di Balai Sidang Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi.

Muscab tersebut menjadi momentum penting bagi insan perhotelan dan restoran di Kota Bukittinggi dalam menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan sektor pariwisata ke depan.

Kegiatan Muscab dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, SE, M.Ec.Dev, dan turut dihadiri Ketua BPD PHRI Sumatera Barat E. Rina Pangeran,S.E.MBA, Kapolresta Bukittinggi, Danramil 01 Bukittinggi Mayor Inf. Karyanto, perwakilan Bank Nagari Bukittinggi, serta perwakilan Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi.

Muscab mengusung tema “Memperkuat Sinergi PHRI untuk Pariwisata Bukittinggi yang Berkualitas, Berdaya Saing dan Berkelanjutan.”

Tema tersebut menjadi bagian dari semangat PHRI Bukittinggi untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha pariwisata dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi dalam mendukung perkembangan pariwisata Bukittinggi pada periode mendatang.

Sebanyak 37 dari total 39 pemilik suara dari unsur hotel, restoran dan sekolah pariwisata mengikuti Muscab tersebut.

Dalam proses pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031, terdapat dua kandidat yang diusung.

Keduanya yakni Dr. Rama Gusrianto dari Hotel Monopoli dan Taufik Hidayat,SE dari Grand Rocky Hotel Bukittinggi, yang juga merupakan Ketua Demisioner BPC PHRI Bukittinggi.

PHRI Disebut Mitra Strategis Pemerintah

Dalam sambutannya, Robby Novaldi mengatakan PHRI merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan PHRI perlu terus diperkuat agar berbagai potensi pariwisata di Kota Bukittinggi dapat dikembangkan secara optimal.

“PHRI pilar utama pariwisata, merupakan mitra strategis dan tentunya kolaborasi terus diperkuat,” ujar Robby.

Ia juga menyinggung kondisi industri perhotelan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, salah satunya terkait penurunan tingkat okupansi hotel sebagai dampak dari efisiensi anggaran.

Menurut Robby, kondisi tersebut tidak dapat dinafikan karena turut memberikan dampak terhadap aktivitas sektor pariwisata dan usaha jasa akomodasi.

Namun demikian, pemerintah daerah berharap adanya peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pergerakan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata.

“Kita akui adanya penurunan okupansi hotel akibat efisiensi anggaran tidak bisa dinafikan. Namun kita berharap dengan adanya kenaikan TKD bisa meningkatkan perekonomian pariwisata,” katanya.

Ia berharap PHRI bersama pemerintah daerah dapat terus membangun komunikasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Ketua BPD PHRI Sumbar: Pastikan PHRI Bukittinggi Lebih Kuat

Sementara itu, Ketua BPD PHRI Sumatera Barat, E. Rina Pangeran, S.E., MBA, mengatakan kehadirannya dalam Muscab PHRI Bukittinggi salah satunya untuk memastikan organisasi PHRI di daerah tersebut dapat semakin kuat setelah pelaksanaan Muscab.

“Saya datang untuk memastikan PHRI Bukittinggi lebih kuat keluar dari Muscab PHRI Bukittinggi ini,” ujarnya.

Rina juga menilai munculnya dua kandidat dalam pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi merupakan bagian dari proses organisasi yang sesuai dengan AD/ART.

Menurutnya, tampilnya dua anak muda dalam bursa pencalonan tersebut menjadi energi tersendiri bagi organisasi PHRI, khususnya dalam menghadapi dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

Ia berharap siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin BPC PHRI Bukittinggi dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan sektor pariwisata, tidak hanya di Bukittinggi tetapi juga bagi pariwisata Sumatera Barat secara keseluruhan.

“Tampilnya dua anak muda dalam pencalonan BPC PHRI Bukittinggi telah sesuai AD/ART. Diharapkan bisa membangun pariwisata Sumbar, khususnya di Bukittinggi,” katanya.

Lima Tahun Penuh Tantangan

Ketua Demisioner BPC PHRI Bukittinggi, Taufik Hidayat, SE, yang kembali maju sebagai salah satu kandidat Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031, mengatakan perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir diwarnai berbagai tantangan.

Ia mengakui banyak suka dan duka yang dihadapi PHRI Bukittinggi selama menjalankan roda organisasi.

Tidak hanya persoalan industri pariwisata, berbagai bencana yang terjadi juga turut memberikan dampak terhadap aktivitas sektor pariwisata dan usaha perhotelan serta restoran di Bukittinggi.

Saat kondisi mulai berangsur pulih, dunia usaha kembali dihadapkan pada persoalan efisiensi anggaran yang turut berdampak terhadap sektor pariwisata.

“Selama lima tahun banyak suka duka yang dihadapi PHRI Bukittinggi, akibat bencana dan saat ini dihadapkan dengan efisiensi anggaran. Ini sangat berat dihadapi,” ujar Taufik.

Menurutnya, kondisi sektor pariwisata saat ini memang belum sepenuhnya berada dalam keadaan yang ideal.

“Kita berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, namun kita berharap ke depannya pariwisata bisa bangkit lagi sejalan dengan prioritas pembangunan,” katanya.

Taufik menegaskan, di tengah berbagai tantangan tersebut, kekompakan dan soliditas internal PHRI Bukittinggi harus tetap dijaga.

Baginya, keberadaan organisasi tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya pelaku usaha hotel dan restoran, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk memperjuangkan kepentingan industri pariwisata dan membangun komunikasi dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Di PHRI Bukittinggi tentunya kita bisa menjaga kekompakan dan solid,” ujarnya.

Menentukan Arah PHRI Bukittinggi Lima Tahun ke Depan

Pelaksanaan Muscab BPC PHRI Bukittinggi tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi forum untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dunia usaha pariwisata.

Perkembangan industri perhotelan, restoran, tingkat kunjungan wisatawan, okupansi hotel, kebijakan pemerintah, hingga dampak efisiensi anggaran menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui Muscab ini, PHRI Bukittinggi diharapkan dapat menyusun arah organisasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha sekaligus mendukung kebijakan pembangunan pariwisata daerah.

Persaingan industri pariwisata yang semakin dinamis juga menuntut adanya inovasi, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan promosi serta kolaborasi yang lebih erat antara pelaku usaha, pemerintah dan berbagai pihak terkait.

Dengan tema memperkuat sinergi untuk pariwisata yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan, Muscab PHRI Bukittinggi menjadi ruang strategis untuk menyatukan berbagai gagasan tersebut.

Pleno Pemilihan Ketua

Setelah seluruh rangkaian agenda pembukaan dan penyampaian pandangan dalam Muscab, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pleno yang menjadi bagian penting dari proses pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031.

Sebanyak 37 pemilik suara dari unsur hotel, restoran dan sekolah pariwisata mengikuti proses organisasi tersebut.

Dua nama, yakni Dr. Rama Gusrianto dan Taufik Hidayat, SE, menjadi kandidat yang akan mengikuti proses pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dalam Muscab.

Hasil pemilihan nantinya akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin BPC PHRI Bukittinggi untuk lima tahun ke depan sekaligus mengemban amanah dalam membawa organisasi menghadapi berbagai tantangan industri pariwisata.

Muscab kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Selanjutnya, peserta mengikuti rapat pleno sebagai bagian dari tahapan proses pemilihan Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031.

Dengan berakhirnya Muscab, harapan besar diarahkan agar kepengurusan baru PHRI Bukittinggi mampu menjaga soliditas internal, memperkuat sinergi dengan pemerintah dan stakeholder, serta ikut mendorong kebangkitan pariwisata Kota Bukittinggi menuju industri yang semakin berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan (JM/RRI.BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....