Satu-satunya di Sumbar, Desa Wisata Simarasok Lolos 15 Besar WIA 2026
- 15 Sep 2026 22:22 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Agam - Desa Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, resmi lolos ke babak 15 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026, dan menjadi satu-satunya desa wisata asal Sumatera Barat yang melaju ke tahap visitasi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan potensi wisata berbasis nagari di Sumatera Barat tidak hanya bertumpu pada destinasi yang telah dikenal luas.
Menurutnya, masih banyak potensi wisata yang menjadi kekuatan daerah dan dikembangkan masyarakat melalui konsep berbasis kenagarian.
"Suatu momentum yang tidak hanya masalah award-nya, masalah juaranya, tetapi menunjukkan bahwa Sumatera Barat itu tidak hanya tentang Pagaruyung, Jam Gadang, ada yang selama ini sudah famous, tetapi masih banyak hidden gem-hidden gem yang lainnya yang berbasis kenagarian," ujarnya, saat meninjau destinasi wisata Nagari Simarasok, Selasa, 15 September 2026.
Lila Yanwar menjelaskan, kekuatan Simarasok terletak pada keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di nagari, dengan dukungan pemerintah dan berbagai unsur masyarakat.
“Pengembangan tersebut melibatkan pemerintah nagari, kecamatan, pemerintah daerah, pemangku adat, tokoh agama serta masyarakat dalam mengemas berbagai potensi menjadi pengalaman wisata yang dapat dinikmati pengunjung,” sebutnya.

Simarasok memiliki sejumlah potensi yang dikembangkan sebagai paket wisata, mulai dari sungai, tebing, persawahan, rumah gadang, air terjun, homestay hingga aktivitas berperahu dan panjat tebing.
Lila Yanwar menerangkan, konsep tersebut menjadi daya tarik karena pengembangan wisata Simarasok tetap mempertahankan kondisi alam dan karakter lokal tanpa melakukan banyak perubahan terhadap lingkungan.
"Jadi bagaimana teman-teman pelaku pariwisata mengangkat ini menjadi sesuatu yang kita tidak tahu masih begini aja alamnya, tapi ternyata ini diminati, luar biasanya sebenarnya di situ," jelasnya.
Berbagai potensi tersebut kemudian dikemas menjadi program wisata berbasis pengalaman atau experience sehingga pengunjung dapat menikmati alam dan kehidupan masyarakat setempat dalam satu rangkaian kegiatan.
Lila Yanwar menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan pengembangan nagari sebagai creative hub yang didorong pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Dalam konsep tersebut, destinasi wisata, produk lokal, homestay dan berbagai aktivitas masyarakat dikembangkan menjadi satu kesatuan program yang dapat menggerakkan sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.
“Pengembangan desa wisata juga dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui kuliner, makanan lokal, kerajinan, seni, tarian, kegiatan wisata dan berbagai aktivitas kreatif lainnya,” tuturnya.
Lila Yanwar mengungkapkan, keberadaan desa wisata tidak hanya ditujukan untuk mendatangkan wisatawan, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan ekonomi di kampung sendiri dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Konsep tersebut sejalan dengan tujuan pengembangan desa wisata yang didorong Kementerian Pariwisata, yakni menjadikan masyarakat sebagai penggerak utama sektor pariwisata sekaligus penerima manfaat ekonomi.
"Dari desa wisata ini kemudian bisa secara kolaboratif anak mudanya bergerak ekonominya di nagari sendiri, jadi tidak perlu merantau ke mana-mana lagi untuk cari pendapatan, cukup bangun kampungnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," tukasnya.
Untuk Sumatera Barat, sebelumnya terdapat dua desa wisata yang berhasil masuk dalam 30 besar WIA 2026, yakni Tabiang Barasok di Kota Bukittinggi dan Simarasok di Kabupaten Agam
Dari dua desa wisata tersebut, Simarasok menjadi satu-satunya yang berhasil menembus 15 besar dan selanjutnya akan menjalani tahapan visitasi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan melibatkan tim pembina desa wisata dalam mendukung tahapan lanjutan yang akan dijalani Simarasok.
Masuknya Simarasok ke 15 besar WIA 2026 menjadi bagian dari proses pengembangan desa wisata berbasis masyarakat dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. (YPA/AGZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....