Overtourism, ketika Destinasi Wisata Terlalu Ramai

  • 13 Agt 2026 07:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Popularitas sebuah destinasi wisata memang dapat membawa banyak manfaat, mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan hingga tumbuhnya perekonomian masyarakat setempat.

Namun, ketika jumlah pengunjung melebihi kapasitas yang mampu ditampung oleh suatu kawasan, muncul fenomena yang dikenal sebagai overtourism. Kondisi ini terjadi ketika tingginya aktivitas wisata mulai memberikan tekanan terhadap lingkungan, fasilitas umum, serta kehidupan masyarakat di sekitar destinasi.

Dampak overtourism dapat dirasakan dalam berbagai aspek. Kawasan wisata menjadi lebih padat, kemacetan meningkat, volume sampah bertambah, dan kualitas lingkungan mulai menurun.

Di beberapa tempat, lonjakan wisatawan juga menyebabkan kerusakan ekosistem, berkurangnya ruang publik bagi warga setempat, hingga meningkatnya biaya hidup akibat tingginya permintaan terhadap berbagai kebutuhan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus menurunkan kualitas destinasi itu sendiri.

Fenomena tersebut mendorong banyak daerah mulai menerapkan berbagai langkah pengelolaan wisata yang lebih berkelanjutan.

Beberapa destinasi membatasi jumlah pengunjung harian, mengatur sistem reservasi, hingga mengembangkan destinasi alternatif agar penyebaran wisatawan menjadi lebih merata. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dengan upaya pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Sebagai wisatawan, setiap orang juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan destinasi yang dikunjungi.

Menghormati aturan setempat, tidak merusak fasilitas, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan merupakan tindakan sederhana yang memberikan dampak besar bagi kelestarian tempat wisata.

Semakin tinggi kesadaran wisatawan, semakin besar pula peluang destinasi tersebut untuk tetap terjaga dalam jangka panjang. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....