Janjang 40, Ikon Sejarah Kota Bukittinggi Sumatera Barat

  • 11 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Janjang 40 atau yang dikenal juga dengan nama Janjang Ampek Puluah merupakan salah satu tangga bersejarah yang menjadi ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Tangga ini menghubungkan kawasan Pasar Atas, Pasar Bawah, hingga Pasar Banto dan sejak dulu menjadi akses penting bagi masyarakat di kawasan berbukit tersebut.

Janjang 40 dibangun pada 1908, saat Louis Constant Westenenk menjabat sebagai Asisten Residen Agam pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Pembangunan janjang dilakukan untuk memudahkan mobilitas masyarakat, mengingat kondisi geografis Bukittinggi yang memiliki banyak kawasan dengan kemiringan dan kontur berbukit.

Meski disebut Janjang 40, jumlah anak tangga keseluruhan sebenarnya mencapai sekitar 100 anak tangga. Nama 40 merujuk pada bagian tangga di sisi atas yang terdiri dari 40 anak tangga dengan ukuran lebih kecil dan tingkat kemiringan yang lebih tinggi. Keunikan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pusat Kota Bukittinggi.

Kini, Janjang 40 tidak hanya berfungsi sebagai akses penghubung antar-kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari wisata sejarah dan budaya Bukittinggi. Lokasinya yang tidak jauh dari Jam Gadang membuat janjang ini kerap menjadi tempat wisatawan menikmati suasana kota sekaligus mengabadikan perjalanan.

Bagi masyarakat setempat, Janjang 40 juga kerap dimaknai sebagai gambaran perjalanan hidup yang membutuhkan proses, perjuangan, dan kesabaran. (ER/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....