Janjang Inyiak Syekh Bantam Simpan Sejarah Kota Bukittinggi

  • 10 Agt 2026 11:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Janjang Inyiak Syekh Bantam menjadi salah satu janjang bersejarah yang masih dikenal di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Nama janjang ini diambil dari Syekh Bantam atau K.H. Haris bin Muzafar, seorang ulama sufi sekaligus tokoh yang dikenal dalam perjuangan melawan penjajahan.

Syekh Bantam sebelumnya memimpin perlawanan dalam peristiwa Geger Cilegon di Banten pada 1888. Setelah ditangkap pemerintah Hindia Belanda, ia kemudian dibuang ke Fort de Kock, wilayah yang kini dikenal sebagai Kota Bukittinggi. Janjang tersebut dibangun pada 1908 dan kemudian dinamai untuk mengenang sosok ulama yang memiliki pengaruh dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Janjang Inyiak Syekh Bantam berada di samping Surau Inyiak Syekh Bantam di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bukittinggi. Tangga ini menjadi penghubung antara kawasan Pasa Bawah di bagian depan dengan Pasa Lereng di bagian belakang, sekaligus memudahkan masyarakat berpindah dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Hingga kini, janjang tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Kota Bukittinggi, tetapi juga masih memiliki fungsi bagi aktivitas masyarakat. Keberadaannya mengingatkan pada perjalanan sejarah, kehidupan perdagangan, serta peran ulama dalam perkembangan masyarakat Bukittinggi dari masa ke masa. (ER)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....