Kontrasnya Tingkat Kepedulian Lingkungan antara Turis Domestik, dan Mancanegara
- 27 Jul 2026 08:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Pesisir Selatan - Kawasan pariwisata bahari Mandeh dan sekitarnya kini menjadi destinasi liburan favorit yang ramai dikunjungi pelancong. Namun peningkatan angka kunjungan wisatawan tersebut sayangnya juga membawa dampak buruk berupa timbunan sampah.
Perilaku buruk membuang sampah sembarangan di lokasi wisata masih sering dijumpai di sepanjang pesisir pantai. Kondisi ini merusak estetika lingkungan serta mengganggu kenyamanan para pengunjung lain yang datang menikmati alam.
David Andespin, seorang aktivis lingkungan pesisir menceritakan pengalamannya saat berdialog dalam program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi. Ia menyayangkan kontrasnya tingkat kepedulian lingkungan antara turis domestik dan turis mancanegara.
"Kebanyakan wisatawan lokal hampir tidak peduli dan kerap membuang kemasan makanan sembarangan," sindir David.
David mengamati bahwa wisatawan asing justru memiliki kebiasaan mengantongi sendiri sampah mereka sebelum menemukan tempat pembuangan. Perbedaan karakter ini menjadi evaluasi besar bagi tata kelola manajemen pariwisata daerah.
Pemerintah nagari setempat kini mulai memperketat pengawasan di area publik guna mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Penyediaan fasilitas tong sampah di setiap sudut warung juga terus dioptimalkan secara bertahap.
"Kami butuh aturan mengikat di masing-masing lokasi wisata untuk memberikan sanksi tegas," cetusnya dengan nada serius. (DR/YPA)
David menegaskan, Penegakan regulasi dinilai menjadi satu-satunya jalan keluar untuk merubah kebiasaan buruk para pelancong domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....