Terumbu Karang Pulau Marak Berubah menjadi Ladang Sampah

  • 27 Jul 2026 08:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Pesisir Selatan - Kondisi bawah laut di kawasan Pulau Marak kini berada dalam fase yang sangat memprihatinkan akibat pencemaran. Salah satu titik selam strategis di Sumatera Barat tersebut mulai kehilangan pesona keindahan alaminya.

Hamparan terumbu karang yang dulunya tumbuh sehat kini tertutup rapat oleh berbagai jenis sampah plastik. Hambatan ini membuat karang kesulitan mendapatkan sinar matahari hingga perlahan mengalami kematian massal.

Demikian dituturkan David Andespin, seorang aktivis lingkungan pesisir menceritakan pengalaman emosionalnya saat melakukan monitoring berkala di dasar laut pulau tersebut, dalam dialog program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi.

"Lokasi yang dulu kami anggap bagus kini telah berubah menjadi ladang sampah," ungkap David prihatin.

Ia bersama tim komunitas penyelam langsung melakukan aksi pembersihan kilat di bawah air secara swadaya. Mereka mengumpulkan ratusan lembar kemasan plastik yang tersangkut di antara koloni terumbu karang.

Volume limbah yang berhasil diangkat dari dasar laut tersebut jumlahnya sangat luar biasa banyak. Hal ini membuktikan bahwa tingkat pencemaran di perairan terbuka sudah masuk kategori lampu kuning.

"Sampah plastik yang kami bawa ke permukaan bahkan memenuhi setengah lambung kapal," jelasnya menerangkan situasi.

David menegaskan, diperlukan tindakan penyelamatan yang terintegrasi agar kerusakan ekosistem terumbu karang tidak meluas ke pulau lain. (DR/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....