Pulau Siaba Besar, Destinasi Rumah Koloni Penyu Hijau
- 18 Jun 2026 07:55 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Jika Jalur Selatan terkenal dengan Komodo-nya, maka perairan tengah memiliki "penguasa" sendiri di bawah air. Bergeser sedikit ke arah utara dari Manta Point, terdapat Pulau Siaba Besar yang memegang reputasi sebagai Turtle Point atau rumah bagi koloni penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) raksasa.
Pulau ini menjadi destinasi favorit karena menyuguhkan ketenangan yang berbeda. Berbeda dengan Manta Point yang membutuhkan keahlian khusus karena arusnya yang kuat, Siaba Besar justru terkenal dengan perairannya yang tenang terlindung, menjadikannya taman bermain bawah laut yang aman bagi siapa saja.
Letak Geografis dan Cara Tempuh
Secara geografis, Pulau Siaba Besar bertengger di bagian utara-tengah kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini memiliki teluk alami yang cukup besar dengan hutan mangrove yang lebat di salah satu sisinya.
Untuk menempuh lokasi ini dapat melalui Pelabuhan Labuan Bajo, dengan perjalanan laut sekitar 1 jam jika menggunakan moda transportasi speedboat. Apabila menggunakan kapal motor kayu tradisional, memerlukan sekitar 2 hingga 2,5 jam.
Dan karena posisinya yang strategis sebagai gerbang masuk taman nasional dari arah utara, maka lokasi ini sering dijadikan destinasi pertama atau terakhir dalam rangkaian tur harian perairan tengah.

Rumah Penyu dan Terumbu Karang
Jika mengunjungi Pulau Siaba, tentu berenang bersama penyu menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Di kedalaman yang hanya berkisar 1 hingga 3 meter, wisatawan dengan mudah bisa menemukan penyu-penyu besar yang sedang beristirahat di dasar laut yang berpasir atau sedang memakan lamun (sea grass). Jumlah penyu di kawasan ini sangat banyak, sehingga persentase keberhasilan melihat penyu di sini hampir 100%.
Selain penyu, Pulau Siaba memiliki hamparan terumbu karang jenis hard coral dan soft coral yang sangat sehat dan berwarna-warni yang membentang luas di sepanjang teluk pulau, sehingga cocok dieksplorasi oleh para wisatawan.
Untuk hal yang lebih menantang khusus nya bagi penyelam profesional serta fotografer bawah laut, maka pilihan muck diving di area pasir dalam menjadi spot favorit untuk mencari biota-biota mikro (macro marine life) yang langka, seperti gurita penyamar (mimic octopus) atau nudibranch.
Sekear tambahan inormasi, Teluk Pulau Siaba yang tenang juga sering dijadikan tempat kapal-kapal wisata phinisi untuk bermalam (mooring/anchoring) karena terlindung dari angin kencang gelombang laut lepas. Wisatawan diingatkan untuk menjaga jarak aman dan tidak mengejar penyu secara agresif saat mereka naik ke permukaan untuk mengambil napas. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....