Menyibak Misteri Tiga Sendang Purba di Bumi Pacitan
- 17 Jun 2026 07:53 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Keindahan Gua Gong di Kecamatan Punung, Pacitan, memang sudah tersohor hingga ke mancanegara lewat struktur stalaktit dan stalagmitnya yang megah. Namun, jika Anda melangkah lebih dalam ke perut bumi sedalam 256 meter ini, Anda tidak hanya akan disuguhi visual batuan kristal yang berkilau.
Di balik pilar-pilar batu raksasanya, tersimpan harmoni spiritual berupa ceruk-ceruk mata air abadi yang dikenal sebagai "Sendang".
Bagi masyarakat lokal maupun peziarah yang datang dari berbagai penjuru Nusantara, keberadaan sendang-sendang di dalam Gua Gong ini bukan sekadar genangan air rembesan kapur biasa. Ada narasi budaya, mitos kesembuhan, hingga harapan kemuliaan yang mengalir di setiap tetesnya.
Dari beberapa sumber mata air yang ada, terdapat tiga sendang utama yang paling legendaris dan selalu memantik rasa penasaran wisatawan: Sendang Jampi Rogo, Sendang Ralung Kencono, dan Sendang Kamulyan.
1. Sendang Jampi Rogo: Ikhtiar Penyembuh Raga yang Sakit
Nama "Jampi Rogo" diambil dari bahasa Jawa, di mana Jampi berarti obat atau jamu, dan Rogo berarti badan atau fisik. Sesuai dengan namanya, sendang ini diselimuti mitos kuat sebagai media penyembuhan. Terletak di salah satu sudut lorong gua yang agak menunduk, air di sendang ini cenderung sangat jernih dan dingin. Tetesan air dari ujung stalaktit di atasnya terus mengisi ceruk batu ini tanpa pernah kering.
Sejak zaman dahulu, masyarakat setempat mempercayai bahwa air dari Sendang Jampi Rogo memiliki khasiat untuk membasuh atau mengobati berbagai penyakit fisik. Wisatawan sering kali memanfaatkan air di sendang ini untuk sekadar membasuh muka, tangan, dan kaki dengan harapan mendapatkan kesegaran spiritual dan kesembuhan dari rasa lelah fisik setelah menempuh perjalanan jauh.

2. Sendang Ralung Kencono: Simbol Penolak Bala dan Energi Positif
Bergerak ke zona lain di dalam keheningan gua, Anda akan menemukan Sendang Ralung Kencono. Nama Ralung atau Pralung sering dikaitkan dengan makna membuang atau menghanyutkan, sementara Kencono berarti emas atau sesuatu yang mulia.Sendang ini dikelilingi oleh formasi batuan kapur yang berkilau halus saat terkena sorot lampu emisi di dalam gua, memberikan kesan magis yang begitu kental.
Oleh para pencari ketenangan batin, air dari Sendang Ralung Kencono kerap dianggap sebagai simbol pembersihan diri dari energi-energi negatif. Mitos lokal menyebutkan bahwa membasuh diri di sini dipercaya dapat "membuang sial" (tolak bala) dan menjauhkan diri dari nasib buruk, sekaligus memancarkan kembali energi positif dalam kehidupan sehari-hari.
3. Sendang Kamulyan: Harapan Kemudahan Rezki dan Derajat Hidup
Dari ketiga mata air yang ada, Sendang Kamulyan termasuk yang paling sering dikunjungi oleh mereka yang datang dengan niat atau hajat khusus. Kata Kamulyan dalam bahasa Jawa memiliki arti kejayaan, kemuliaan, atau kemakmuran hidup.Berada di ceruk yang cukup terlindung, air di Sendang Kamulyan tampak begitu tenang seperti cermin alam yang merefleksikan keindahan stalaktit di langit-langit gua.
Sesuai dengan namanya yang agung, beredar kepercayaan turun-temurun bahwa siapapun yang membasuh muka atau meminum air dari sendang ini (tentunya setelah disaring atau direbus terlebih dahulu) akan mendapatkan kelancaran dalam urusan karier, diangkat derajat atau pangkatnya, serta dimudahkan dalam mencari rezeki. Tak heran, tempat ini sering menjadi titik perenungan bagi sebagian pengunjung yang mengharapkan berkah kehidupan.
Harmoni Antara Keajaiban Geologi dan Kearifan Lokal
Kelebihan utama dari keberadaan ketiga sendang ini adalah bagaimana pengelola dan masyarakat Pacitan mampu merawat kearifan lokal tanpa merusak ekosistem gua. Dari sudut pandang ilmiah, air sendang ini adalah air murni hasil filtrasi alami batuan karst selama ratusan tahun, yang kaya akan kandungan mineral. Perpaduan antara kesegaran air purba ini dengan narasi budaya Jawa menjadikannya daya tarik wisata berlapis—edukatif secara geologi, sekaligus eksotis secara budaya.
Untuk kenyamanan pengunjung, area di sekitar ketiga sendang ini kini telah diberi batas pagar pengaman dan pencahayaan yang cukup, sehingga wisatawan dapat melihat ke dalam ceruk air dengan jelas tanpa khawatir tergelincir.
Etika Saat Berkunjung ke Area Sendang
Mengingat tempat-tempat ini memiliki nilai sakral bagi masyarakat setempat, ada beberapa etika penting yang wajib dipatuhi oleh para wisatawan:
1. Jaga Kebersihan Mutlak. Dilarang keras membuang koin, sampah, atau benda apapun ke dalam air sendang.
2. Jaga Lisan dan Sikap. Hindari berkata-kata kasar atau bersikap tidak sopan saat berada di sekitar area sendang.
3. Gunakan Air Seperlunya. Jika ingin merasakan kesegaran airnya, cukup ambil dengan tangan secara perlahan tanpa mengobok-obok dasar sendang agar air tetap jernih.
Mitos boleh saja dipercaya atau sekadar menjadi bumbu perjalanan. Namun yang pasti, membasuh wajah dengan air dingin yang murni langsung dari jantung bumi Pacitan adalah sebuah kemewahan alami yang tiada duanya. Jadi, sendang mana yang paling ingin Anda singgahi saat ke Gua Gong nanti?. (NAS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....