Gua Gong Pacitan, Simfoni Stalaktit Tercantik se-Asia Tenggara

  • 17 Jun 2026 08:46 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Kabupaten Pacitan tidak hanya kondang dengan julukan Kota 1001 Goa karena bentang alam karstnya yang memukau, atau deretan pantai ombak besarnya yang menjadi surga para peselancar. Jauh di dalam dekapan bukit kapurnya, Pacitan menyimpan sebuah mahakarya geologi yang dinobatkan sebagai salah satu gua tercantik di Asia Tenggara, Gua Gong.

Bukan sekadar lorong gelap di bawah tanah, Gua Gong menawarkan petualangan visual yang magis. Masuk ke dalamnya seperti melangkah ke dalam istana kristal tersembunyi, di mana tetesan air selama ribuan tahun telah memahat batuan menjadi pilar-pilar raksasa yang menakjubkan.

Bertengger di Antara Pegunungan Seribu

Secara administratif, Gua Gong terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gua ini berada di kawasan Pegunungan Seribu, sebuah kawasan karst luas yang membentang dari Yogyakarta hingga Jawa Timur. Lokasinya berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Pacitan ke arah barat.

Menuju Gua Gong terbilang cukup mudah karena infrastruktur jalan menuju lokasi sudah beraspal halus dan dapat diakses oleh roda dua, roda empat, hingga bus pariwisata. Rute dari Pusat Kota Pacitan, dari alun-alun Pacitan, Anda cukup mengarahkan kendaraan menuju Kecamatan Punung melalui Jalan Raya Pacitan-Solo.

Setelah sampai di daerah Punung, sudah banyak papan petunjuk jalan yang jelas untuk mengarahkan Anda langsung menuju lokasi Gua Gong di Desa Bomo. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit.

Sedangkan rute dari Solo/Yogyakarta, wisatawan juga bisa masuk melalui jalur darat via Wonogiri (Jawa Tengah). Dari Solo, perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam melewati Wonogiri, lalu masuk ke perbatasan Pacitan di Kecamatan Punung.

Gua Gong Pacitan

Meniti Lorong Waktu dan Mengetuk Simfoni Alam

Memasuki Gua Gong yang memiliki kedalaman sekitar 256 meter ini tidak akan membuat Anda merasa mencekam, melainkan takjub. Beberapa aktivitas menarik yang bisa dinilai di dalam gua antara lain:

1. Menyusuri Panggung Batu (Walking the Trail). Pengelola telah membangun jalur pejalan kaki (paving track) yang dilengkapi dengan pagar pengaman di sepanjang rute dalam gua. Anda bisa berjalan dengan nyaman menuruni undakan sambil melihat formasi stalaktit dan stalagmit yang menjulang megah.

2. Menikmati Keindahan 'Glow in the Dark' Alami. Di dalam gua, lampu sorot warna-warni (merah, hijau, biru, kuning) dipasang secara artistik di sudut-sudut strategis. Cahaya ini memantul di permukaan batuan kapur yang basah dan berkilau, menciptakan atmosfer megah seperti di dalam dunia fantasi.

3. Mendengar Gema Batu Gong. Sesuai namanya, salah satu daya tarik utama gua ini adalah keberadaan beberapa batu stalaktit yang jika diketuk dengan kepalan tangan akan mengeluarkan suara berdengung nyaring seperti suara instrumen gong pada gamelan Jawa.

4. Melihat Sendang Keramat.Di dalam gua, terdapat beberapa ceruk berisi mata air jernih atau sendang, seperti Sendang Jampi Rogo, Sendang Ralung Kencono, dan Sendang Kamulyan yang oleh masyarakat setempat dipercaya memiliki nilai spiritual tersendiri.

Predikat Gua Tercantik dengan Fasilitas Modern

Gua Gong memiliki nilai eksklusivitas tinggi yang membedakannya dari goa-goa lain di Pulau Jawa, karena kelebihan utama Gua Gong adalah formasi batuan kapurnya yang masih terus tumbuh (active cave) dan strukturnya yang sangat masif, menjadikannya salah satu yang terindah di Asia Tenggara.

Ditambah lagi, sirkulasi udara di dalam gua dibantu oleh instalasi kipas angin (blower) di beberapa titik, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir merasa pengap atau kehabisan oksigen saat berada di kedalaman bumi.

Di sekitar area wisata juga sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang sangat matang, mulai dari deretan warung kuliner khas Pacitan, pasar suvenir batu akik dan kerajinan lokal, toilet yang bersih, hingga jasa pemandu wisata (guide) lokal yang siap menceritakan sejarah terbentuknya gua tersebut.

Tips Singkat untuk Pengunjung

Meskipun jalur di dalam gua sudah tertata baik, tetesan air membuat beberapa titik tangga menjadi agak lembap dan licin. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan alas kaki yang tidak licin (sepatu olahraga atau sandal gunung).

Jika Anda tidak kuat dengan udara dalam gua yang cenderung hangat dan lembap, Anda bisa menyewa senter kecil sekaligus kipas angin angin portable yang banyak ditawarkan oleh warga lokal di pintu masuk gua dengan harga sangat terjangkau.

Mari melangkah ke perut bumi Pacitan dan saksikan bagaimana waktu dan alam bekerja sama menciptakan mahakarya yang abadi. Jadi, kapan Anda merencanakan perjalanan ke Gua Gong?. (NAS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....