Pulau Maratua, "Permata Tersembunyi di Ujung Kalimantan Timur"
- 10 Jun 2026 22:14 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Indonesia kembali menunjukkan pesona baharinya yang memukau melalui sebuah pulau berbentuk tapal kuda di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pulau Maratua, yang merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Derawan, kini menjadi destinasi yang kian diperhitungkan oleh para pelancong, baik domestik maupun mancanegara.
Sering dijuluki sebagai hidden gem atau permata tersembunyi, pulau seluas 384 km² ini menawarkan kombinasi sempurna antara ketenangan, keasrian alam, serta kekayaan ekosistem laut yang luar biasa.
Surga Bawah Laut Kelas Dunia
Bagi para pecinta wisata air, Pulau Maratua adalah destinasi impian. Perairannya masuk dalam daftar lokasi menyelam diving terbaik di dunia, di mana wisatawan dapat bertemu dengan penyu hijau, pari manta, hingga hiu karang di tengah terumbu karang yang terjaga apik. Bagi mereka yang lebih menyukai aktivitas santai, kegiatan snorkeling di permukaan air pun sudah cukup untuk memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata.
Selain keindahan bawah laut, pulau ini juga menyimpan keajaiban alam lainnya, seperti Goa Halo Tabung. Goa bawah tanah dengan air yang sangat jernih dan sejuk ini menawarkan sensasi berenang yang eksotis bagi para pengunjung.
Aksesibilitas Menuju Destinasi Eksotis
Meskipun membutuhkan usaha ekstra untuk mencapainya, perjalanan menuju Pulau Maratua justru menjadi bagian dari petualangan yang berkesan. Wisatawan dapat memulai perjalanan dengan terbang menuju Bandara Kalimarau di Berau, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju dermaga Tanjung Batu, dan diakhiri dengan menumpangi speedboat selama kurang lebih dua jam menuju pulau.
Bagi yang menginginkan kenyamanan dan kecepatan lebih, tersedia pula alternatif penerbangan kecil langsung menuju landasan udara di Pulau Maratua.
Harmoni Budaya dan Konservasi
Kunjungan ke Maratua tidak hanya soal keindahan alam, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah. Kehidupan masyarakat setempat yang sebagian besar bergantung pada hasil laut dan kerajinan tangan memberikan warna tersendiri dalam pengalaman wisata di sini.
Selain itu, kesadaran akan kelestarian lingkungan sangat terasa. Pulau ini menjadi tempat bertelur bagi penyu hijau, sebuah momen langka yang semakin mengukuhkan posisi Maratua sebagai kawasan yang wajib dijaga keasriannya.
Wisatawan juga dapat melakukan island hopping untuk menjelajahi keunikan pulau-pulau di sekitarnya, seperti Pulau Kakaban yang terkenal dengan danau ubur-ubur tanpa sengatnya, atau Pulau Sangalaki yang menjadi habitat utama penyu dan pari manta.
Pulau Maratua bukan sekadar destinasi liburan, melainkan sebuah pelarian yang tepat dari hiruk pikuk kota besar bagi siapa saja yang merindukan kedamaian di pelukan alam Nusantara. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....