Singkhole Situjuah Batua Sepi Pengunjung

  • 06 Mei 2026 08:07 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Limapuluh Kota - Destinasi wisata alam berupa singkhole atau lubang di kawasan Situjuah Batua kini dilaporkan sepi pengunjung. Padahal, fenomena alam ini memiliki daya tarik unik yang jarang di temukan di daerah lain.

Singkhole yang terbentuk secara alami tersebut sempat menjadi perbincangan dan menarik minat wisatawan,terutama kali viral di media sosial.

Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung keunikan lubang besar yang di kelilingi tebing dan vegetasi hijau. Namun, seiring waktu jumlah wisatawan yang datang mulai menurun.

Beberapa warga setempat menyebutkan bahwa kurangnya fasilitas pendukung menjadi salah satu penyebab utama.

Warga yang mengais rezeki di di sekiling sngkhole mulai sepi nyaris tidak ada yang membeli dagangan mereka.

Menurut salah satu warga mengatakan di karnakan akses jalan yang tidak memadai, minimnya petujuk arah, serta belum adanya sarana keamana membuat wisatawan ragu untuk berkunjung kembali.

Selain itu, promosi yang kurang berkelanjutan juga membuat destinasi ini perlahan dilupakan, padahal jika di kelola dengan baik, singkhole di kawasan ini berpotensi wisata unggulan di wilayah lima Puluh Kota Regensi. Waktu awal ramai, banyak orang datang dari luar daerah .

Sekarang sudah jarang, paling hanya warga sekitar saja, ungkap salah seorang warga.Kondisi ini tentu berdampak pada masyarakat yang berharap adanya perputaran ekonomi dari sektor pariwisata.

Beberapa warga bahkan sempat membuka usaha kecil seperti tidak lagi beroperasi karena minimnya pengunjung.

Mereka baerharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap potensi wisata ini. Penataan kawasan, peningkatan akses, serta promosi yang konsisten diyakini mampu menghidupkan kembali minat wisatawan.

Dengan keunikan singkhole di Situjuah Batua sejatinya bisa menjadi daya tarik baru bagi wisata alam di sumatera Barat. Tinggal bagaimana pengelolaan, dan pengembangannya di lakukan secara serius, dan berkelanjutan. (RS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....