Pemandian Sarasah Kampung Anguih Jadi Destinasi Alam Favorit

  • 03 Apr 2026 07:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRL.CO.ID, Bukittinggi - Pemandian Sarasah Kampung Anguih menjadi destinasi wisata alam yang tetap bertahan meski akses jalan menuju lokasi masih terbatas. Pemandian ini terletak di Jorong Kampung Anguih, Nagari Koto Kacia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, dan menjadi tujuan favorit warga sekitar untuk melepas penat, terutama pada akhir pekan dan hari besar keagamaan.

Perjalanan menuju pemandian dimulai dari jembatan setempat, kemudian berbelok ke kanan menuju arah Kantor Wali Nagari Koto Kaciak, lalu mengambil jalur kanan di simpang berikutnya. Kondisi jalan cukup memprihatinkan karena aspal rusak dan berlubang, meski jarak tempuh dari jalan besar hanya sekitar satu kilometer. Sepanjang perjalanan, pengunjung disuguhi pemandangan pedesaan yang asri, seperti sawah, perkebunan karet, pinang, dan pohon durian.

Pemandian Sarasah merupakan pemandian alami yang bersumber dari mata air tanah. Menurut pengelola sekaligus pemilik, Tofriadi, tempat ini berdiri sejak 2002 dan dibangun secara mandiri tanpa bantuan pemerintah maupun investor. Keunikan pemandian ini terletak pada kejernihan air yang tetap terjaga sepanjang tahun. Air dari kolam kemudian dialirkan ke aliran banda yang dimanfaatkan warga hilir untuk mandi dan mencuci, sehingga kebersihan pemandian selalu dijaga.

Kolam pemandian dibagi menjadi beberapa bagian. Kolam dewasa memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, sementara kolam anak-anak lebih dangkal. Dasar kolam masih alami, memberikan sensasi mandi di alam terbuka.

Pengunjung Pemandian Sarasah didominasi warga Kecamatan Bonjol, tetapi juga banyak wisatawan dari luar daerah seperti Simpang, Bukittinggi, hingga Pekanbaru, termasuk perantau yang pulang kampung. “Pada Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai 200–300 orang. Saat Balimau menjelang Ramadan, pernah sampai sekitar 700 orang dalam satu hari,” kata Tofriadi.

Biaya masuk pemandian ini sangat terjangkau, yakni Rp2.000 per orang, dan area parkir disediakan secara gratis. Pemandian Sarasah menjadi bukti potensi wisata alam Pasaman yang tetap menarik meski menghadapi keterbatasan akses infrastruktur. (ER/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....