Bukti Sejarah, Masjid Gadang Balai Nan Duo Payakumbuh

  • 09 Agt 2025 23:53 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Berdiri megah di jantung Kota Payakumbuh, Masjid Gadang Balai Nan Duo bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah dan budaya Minangkabau. Masjid ini diperkirakan berdiri sejak tahun 1840, adalah masjid tertua di kota ini.

Usianya yang hampir dua abad membuatnya bukan sekadar tempat salat, melainkan monumen hidup yang mengisahkan harmoni antara adat, agama, dan sejarah.

Arsitektur masjid ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siapapun yang memandang. Dengan bentuk bujur sangkar, masjid berdiri di atas panggung kayu, dan memiliki atap tumpang tiga dengan ujung melengkung “bagonjong” khas Minangkabau.

Awalnya, atap tersebut terbuat dari ijuk, namun kini telah diganti dengan seng tanpa menghilangkan kesan aslinya. Di sela-sela atap, terukir motif matahari yang memancarkan nuansa hangat, seakan menjadi simbol pencerahan bagi umat yang beribadah di dalamnya.

Begitu melangkah masuk, suasana tradisional semakin terasa lewat keberadaan puluhan tiang kayu penyangga. Menurut catatan, jumlahnya mencapai 45 tiang, dengan satu tiang utama yang disebut tunggak tuo.

Tiang-tiang ini dihiasi ukiran floral dan “mahkota” di bagian atasnya, memadukan seni ukir Minangkabau dengan nuansa religius.

Sejak dulu sampai sekarang, Masjid Gadang Balai Nan Duo menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Payakumbuh. Perpustakaan kecilnya menyimpan literatur Islam yang memperkaya wawasan masyarakat.

Walaupun sudah melewati banyak zaman, perubahan cuaca, berbagai kondisi alam, namun bangunan ini tetap berdiri kokoh, seolah membuktikan ketangguhan konstruksi tradisional dan semangat gotong royong dalam merawatnya.

Saat ini, Masjid Gadang Balai Nan Duo diakui sebagai cagar budaya provinsi Sumatera Barat. Ia adalah simbol dari falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang menjadi pengingat bahwa adat dan agama dapat berjalan berdampingan dalam harmoni.

Bagi masyarakat Payakumbuh, masjid ini bukan sekadar bangunan bersejarah, namun adalah warisan leluhur, identitas, dan sumber kebanggaan yang tetap dijaga. (AMP/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....