Wajah lain Pacu Jawi dari Payakumbuh

  • 28 Nov 2024 08:25 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Payakumbuh: Payakumbuh, sebuah kota yang terletak di Provinsi Sumatra Barat, dikenal dengan keindahan alamnya serta kekayaan tradisi dan budaya yang masih lestari hingga saat ini. Salah satu atraksi budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Payakumbuh adalah Pacu Jawi, sebuah tradisi pacuan sapi yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Event tahunan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menarik perhatian wisatawan yang ingin merasakan sensasi unik dari pacu sapi yang berbeda dari daerah lain.

Melansir laman disparpora.payakumbuhkota.go.id, Pacu Jawi di Payakumbuh bukan sekadar lomba pacuan sapi biasa. Berbeda dengan pacu sapi di daerah lain yang biasanya dilakukan dengan joki yang menunggangi sapi, dalam Pacu Jawi, joki justru berlari di belakang sapi sambil menggiringnya dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya harus menjaga kecepatan sapi agar tetap lari kencang, tetapi juga harus mampu mengendalikan sapi agar tetap berada di jalur yang diinginkan.

Berlari dalam lumpur yang tebal, terjatuh, atau bahkan terinjak sapi, menjadi tantangan yang biasa dihadapi para joki. Kondisi inilah yang membuat Pacu Jawi di Payakumbuh terasa lebih menguji nyali dan memberikan sensasi tersendiri bagi para penonton. Kecelakaan seperti jatuh atau tertimpa sapi sering terjadi, namun hal ini sudah dianggap sebagai bagian dari keseruan pacuan yang penuh risiko.

Setelah komando start diberikan, Pacu Jawi dimulai dengan sorak sorai yang menggema dari para penonton yang setia berada di pinggir sawah. Lahan sawah yang luas, yang baru saja dipanen, menjadi arena pacuan yang memukau. Di Payakumbuh, sebagian besar sawah memiliki ukuran yang luas, memberi ruang bagi para penonton untuk menikmati pertandingan dengan leluasa. Mereka dapat menyaksikan dengan jelas setiap aksi joki yang berlari kencang di belakang sapi, mengitari sawah yang masih terisi air.

Meskipun adrenalin pacuannya sangat tinggi, kondisi alam yang masih asri dan udara segar membuat acara ini terasa lebih nyaman untuk disaksikan. Para penonton dapat menyaksikan keseluruhan jalannya pacuan dengan pandangan lepas, berkat luasnya sawah yang menjadi arena pacuan.

Menurut cerita dari tetua di Nagari Payobasung, Pacu Jawi sudah ada sejak tahun 1930-an. Awalnya, Pacu Jawi bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara bagi petani untuk merayakan hasil panen mereka. Setelah bekerja keras di sawah, para petani mengadakan lomba pacu sapi sebagai bentuk kesenangan dan kegembiraan atas panen yang melimpah. Tradisi ini kemudian terus berkembang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Payakumbuh.

Hingga kini, Pacu Jawi tetap dipertahankan sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. Pemerintah Kota Payakumbuh pun turut mendukung dan memfasilitasi acara tahunan ini, sehingga semakin banyak orang yang mengenal dan tertarik untuk datang menyaksikan langsung.

Dalam setiap ajang Pacu Jawi, sapi yang digunakan untuk berlomba biasanya dipilih dari jenis yang kuat dan terlatih. Para joki sering kali memilih sapi lokal yang lebih gesit dan tangguh, meskipun tak jarang sapi dari luar daerah juga diikutkan dalam lomba. Sapi-sapi ini berasal dari peternakan penduduk setempat, yang dikenal memiliki kualitas baik dalam hal kecepatan dan ketahanan.

Beberapa lokasi di Payakumbuh menjadi tempat yang sudah terkenal untuk pacu jawi, di antaranya Koto Baru, Koto Panjang Payobasuang, Tiaka, Taruko, Nan Kodok, Payolinyam, Tanjuang Anau, dan Balai Batuang. Setiap lokasi memiliki ciri khas tersendiri, dengan sawah yang luas dan alam yang asri, menjadikan suasana pacuan semakin menarik dan menyenangkan untuk disaksikan.

Pacu Jawi di Payakumbuh bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan tradisi yang terus hidup di tengah arus modernisasi. Masyarakat Payakumbuh yang ramah dan penuh semangat tetap menjaga dan merawat tradisi ini, menjaga agar budaya mereka tidak hilang ditelan waktu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....