Evolusi Jamu Tradisional Menjadi kekinian

  • 04 Apr 2024 16:04 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Jamu Bundo Kanduang, UMKM yang telah beroperasi sejak tahun 2017, menghadirkan inovasi dalam minuman herbal berkhasiat. Berlokasi di Padang Panjang, pendirinya, Yozi Zulfasari, lulusan sarjana ekonomi, bertekad mengembangkan minuman herbal yang tidak hanya berkhasiat tetapi juga lezat bagi lidah orang Minang.

"Kami memiliki lebih dari sepuluh varian produk, dengan yang paling diminati adalah kunyit asam yang bisa langsung diminum," ungkap Yozi dalam wawancara dengan RRI.

Produk dari Jamu Bundo Kanduang tidak hanya diminati secara lokal, tetapi juga telah menembus pasar internasional melalui promosi melalui media sosial.

"Untuk pemesanan di Kota Padang Panjang, kami menyediakan layanan delivery online, dan produk juga tersedia di tempat-tempat makan. Di luar kota, kami menyediakan versi bubuk. Namun, biaya pengiriman menjadi hambatan utama untuk pesanan dari luar negeri," tambahnya.

Harga produk Jamu Bundo Kanduang bervariasi mulai dari Rp. 10.000,- hingga Rp. 150.000,- dengan kemasan yang higienis dan terjamin.

"Pemerintah telah memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan, promosi, serta bantuan kemasan. Kami berharap bisa membuka booth di berbagai lokasi di Kota Padang Panjang untuk memudahkan akses masyarakat," tutup Yozi.

Dengan inovasinya, Jamu Bundo Kanduang membuktikan bahwa minuman herbal tradisional juga bisa bersaing dalam pasar modern yang semakin kompetitif. (DP)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....