Batik Sanggar Cantiang Asasi Semakin Diminati, Bahkan Hingga ke Luar Negeri

  • 29 Mar 2024 11:48 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Padang Panjang : Berawal dari pelatihan membatik oleh kelurahan, masyarakat Sigando Kecamatan Padang Panjang Timur berhasil mendirikan usaha sentra batik bernama Sanggar Cantiang Asasi.

Berdiri pada tahun 2019, Sanggar Cantiang Asasi terus berinovasi sehingga menghasilkan batik yang berkualitas. Tak hanya diminati oleh warga Sumatera Barat, sanggar ini juga sudah mendistribusikan kain batiknya hingga keluar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Berlokasi di Jalan By Pass, Kacang Kayu, Sigando, Kecamatan Padang Panjang Timur, sanggar ini menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan minat membatik. Selain itu, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Di bawah pimpinan Ibu Rita, Sanggar Cantiang Asasi mengembangkan dua jenis batik, yaitu batik cap dan batik tulis. Produk yang dihasilkan pun beragam, diantaranya dasar kain, deta (ikat kepala), kodek (sarung), selendang, souvenir, dan sebagainya.

Motif batik yang diproduksi beraneka ragam dan unik karena terinspirasi dari kearifan lokal budaya Minangkabau, seperti motif Masjid Asasi yang merupakan masjid tertua di Padang Panjang, kaluak paku, tradisi panen, tari piring, rumah gadang, dan lainnya. Serta menggunakan pewarna alami dari kulit jengkol.

Berkat keuletan dan kerja keras tim Sanggar Cantiang Asasi berhasil mendapatkan Hak Cipta terhadap karya batiknya dari Dinas Pariwisata provinsi Sumatera Barat.

“kami sudah berhasil meraih hak cipta, sebanyak dua motif sudah ada HAKI-nya”. ujar Ibu Rita

Hingga saat ini, Sanggar Cantiang Asasi sudah memiliki enam orang tenaga kerja. Setiap orang memiliki tugas masing-masing, seperti menggambar, mencanting, dan mewarnai.

Ibu Rita berharap pakaian seragam batik instansi-instansi yang ada di kota Padang Panjang diproduksi oleh UMKM Padang Panjang

“Pakaian batik se-Padang Panjang tolong UMKM Padang Panjang yang bikin. Ada banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekolah di Padang Panjang yang pakai batik. Mengapa keluar ambil batiknya, sedangkan kita bisa produksi sendiri”. ungkap Ibu Rita

Terakhir Ibu Rita berpesan kepada pegiat UMKM untuk terus semangat dan serius dalam menjalankan usaha UMKM. Apapun rintangannya harus dijalani, serta komitmen untuk berusaha. [SG]

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....