Marah Rusli, "Pelopor Roman Modern Indonesia"

  • 07 Sep 2026 09:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI,CO,ID Buikttinggi - Marah Rusli merupakan salah satu sastrawan besar Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Roman Modern Indonesia. Ia lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 7 Agustus 1889 dan wafat di Bandung, Jawa Barat, pada 17 Januari 1968. Kiprahnya dalam dunia sastra menjadikan namanya tercatat penting dalam sejarah kesusastraan nasional.

Meski dikenal sebagai sastrawan angkatan Balai Pustaka, profesi utama Marah Rusli adalah dokter hewan. Ia menamatkan pendidikan di Sekolah Dokter Hewan Bogor pada 1915. Di tengah kesibukannya menjalankan profesi tersebut, ia tetap aktif menulis dan menghasilkan karya-karya sastra yang berpengaruh.

Nama Marah Rusli semakin dikenal melalui roman Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai yang diterbitkan Balai Pustaka pada 1922. Karya tersebut mengangkat konflik antara adat Minangkabau, perjodohan, pemikiran konservatif, serta perjuangan generasi muda dalam meraih kebebasan dan emansipasi perempuan.

Selain Sitti Nurbaya, Marah Rusli juga menghasilkan sejumlah karya penting, seperti La Hami (1924), Anak dan Kemenakan (1956), serta Memang Jodoh yang mengangkat kisah semi-otobiografi tentang perjuangan cinta yang berhadapan dengan kuatnya adat. Ia juga menerjemahkan karya Gadis yang Malang dari novel Charles Dickens.

Atas kontribusinya terhadap perkembangan sastra Indonesia, Marah Rusli menerima Hadiah Tahunan dalam bidang Sastra dari Pemerintah Republik Indonesia pada 1969. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kota Padang mengabadikan namanya menjadi salah satu nama jalan di kampung halamannya. (ER/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....