Komunikasi Inklusif Pemerintah dan Masyarakat saat Bencana
- 30 Agt 2026 20:38 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Keberhasilan penanganan situasi darurat bencana sangat bergantung pada pola komunikasi antara berbagai pihak. Pemerintah dan masyarakat perlu membangun dialog yang terbuka agar proses pemulihan berjalan dengan lancar.
Novi Fani Rovika, Co Founder Mandeh Institute pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menyoroti, terkadang kritik terhadap model komunikasi yang kaku sering muncul di tengah rumitnya koordinasi penanganan krisis.
“Mendengar masukan dari relawan dan warga lokal merupakan langkah krusial dalam menyusun kebijakan yang tepat,” jabarnya.
Masyarakat terdampak sebenarnya memiliki pemahaman yang jauh lebih baik mengenai kebutuhan mendesak di wilayah mereka. Oleh karena itu, saluran komunikasi dua arah harus dibuka seluas-luasnya demi efisiensi penyaluran bantuan.
Kolaborasi yang setara antara pemangku kebijakan dan warga akan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Sikap mau mendengar akan menciptakan sistem penanganan bencana yang lebih ramah, transparan, dan berkeadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....