Menjaga Ketahanan Pangan Lokal saat Terjadi Bencana

  • 30 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bencana alam kerap memutuskan jalur distribusi dan mengancam ketersediaan bahan makanan pokok. Dalam situasi krusial ini, potensi pangan lokal menjadi tumpuan utama untuk bertahan hidup.

Demikian disampaikan Novi Fani Rovika, Co Founder Mandeh Institute pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi. Masyarakat daerah sebenarnya memiliki cadangan bahan pangan alami yang sangat berlimpah di sekitar mereka.

"Masyarakat tuh sebenarnya bisa enggak kelaparan karena pangan lokal mereka ketersediaannya masih cukup," ujar Fani.

Masalah utama yang sering muncul adalah kurangnya pemikiran dalam mengelola bahan mentah tersebut saat krisis. Diperlukan edukasi dan pengolahan yang tepat agar bahan pangan lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.

Perempuan memegang peranan penting dalam mengidentifikasi serta mengolah bahan pangan yang ada di lingkungan sekitar. Keahlian ini memastikan kebutuhan gizi pengungsi tetap terpenuhi meskipun bantuan logistik luar belum tiba.

Menurut Fani, penguatan literasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal perlu diintegrasikan ke dalam program mitigasi bencana. Langkah ini akan membentuk kemandirian masyarakat sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pihak luar.

Kolaborasi antara lembaga lokal dan kelompok perempuan sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan tradisi pangan ini. Melalui pendekatan tersebut, ketahanan pangan daerah dapat terwujud secara mandiri dan berkelanjutan saat menghadapi krisis.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....