Cuaca Panas dan Kering, Kenali Risiko Dehidrasi dan Cara Secara Cerdas
- 22 Agt 2026 18:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Cuaca panas dan kering masih melanda sebagian wilayah Indonesia pada Agustus 2026.
BMKG menyebut 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekurangan cairan tubuh.
Dehidrasi dapat terjadi ketika cairan yang keluar lebih banyak daripada cairan yang masuk.
Risiko dehidrasi meningkat ketika tubuh banyak berkeringat akibat aktivitas dan suhu lingkungan yang tinggi.
Kementerian Kesehatan menyebut cuaca sangat panas meningkatkan kebutuhan air tubuh.
Tanda dehidrasi dapat berupa rasa haus, tubuh lemas, pusing, dan mulut terasa kering.
Jika kondisi semakin berat, dehidrasi dapat mengganggu fungsi tubuh dan membutuhkan penanganan medis.
Cara sederhana mencegah dehidrasi adalah minum air secara teratur sepanjang hari.
Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu rasa haus sebelum minum.
Kebutuhan cairan juga meningkat ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik.
Karena itu, bawalah air minum ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat ketika udara terasa sangat panas.
Kementerian Kesehatan menyarankan pembatasan aktivitas fisik di lingkungan yang panas.
Saat berada di luar ruangan, gunakan pakaian ringan, longgar, dan nyaman.
Topi atau payung juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.
Mengonsumsi buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Semangka, timun, tomat, dan stroberi termasuk pilihan makanan yang mengandung banyak air.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi anak-anak dan lansia selama cuaca panas.
Kelompok tersebut membutuhkan perhatian lebih agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Selain menjaga cairan, masyarakat perlu memantau informasi cuaca dari sumber resmi.
BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia hingga pekan ini.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas dan kering.
Dengan menjaga asupan cairan dan membatasi paparan panas, risiko gangguan kesehatan dapat dikurangi. (APS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....