People Pleaser, ketika Terlalu Sering Menyenangkan Orang Lain
- 22 Agt 2026 18:15 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernah merasa harus selalu menyenangkan orang lain agar mereka tidak kecewa? Jika iya, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam kebiasaan yang dikenal sebagai people pleasing.
People pleaser biasanya sulit mengatakan “tidak”, meski sebenarnya sedang lelah atau tidak mampu membantu. Mereka sering mengutamakan kebutuhan orang lain dan mengesampingkan perasaan sendiri.
Keinginan untuk membantu tentu bukan sesuatu yang buruk. Namun, jika dilakukan terus-menerus karena takut ditolak, tidak disukai, atau dianggap egois, kebiasaan ini bisa membuat kita kehilangan batasan diri.
Salah satu tanda people pleasing adalah terlalu sering meminta maaf, bahkan ketika sebenarnya tidak melakukan kesalahan. Ada juga yang merasa bersalah ketika memilih kepentingan pribadi dibandingkan memenuhi permintaan orang lain.
Dalam jangka panjang, terlalu sering mengabaikan diri sendiri dapat membuat seseorang merasa lelah dan tertekan. Kita juga bisa merasa kesal karena sudah banyak membantu, tetapi sulit mengungkapkan rasa tidak nyaman tersebut.
Untuk mengatasinya, mulailah belajar mengatakan “tidak” pada hal-hal yang memang tidak sanggup dilakukan. Penolakan tidak harus kasar karena kita tetap bisa menyampaikannya dengan sopan dan tegas.
Cobalah memahami bahwa membuat orang lain kecewa sesekali adalah bagian dari kehidupan. Kita tidak mungkin memenuhi semua harapan orang lain, dan kebahagiaan kita juga layak mendapatkan perhatian.
Menjadi pribadi yang baik tidak berarti harus selalu tersedia untuk semua orang. Belajar menghargai diri sendiri, membuat batasan, dan berani berkata “tidak” adalah langkah penting menuju hubungan yang lebih sehat. (SG/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....