Buah Pare yang Paling Pahit Punya Sejarah
- 14 Agt 2026 16:37 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pare atau peria merupakan salah satu tanaman yang mudah dikenali karena rasanya yang sangat pahit, Bagi sebagian orang, rasa pahit pare justru menjadi daya tarik tersendiri.
Sayuran ini banyak digunakan dalam masakan Asia, termasuk Indonesia, meskipun perlu diolah dengan cara tertentu agar rasa pahitnya lebih ringan. Pare termasuk tanaman dari keluarga Cucuritaceae dan secara ilmiah dikenal sebagai Momordica charantia.
Tanaman ini telah lama dibudidayakan dan digunakan dalam berbagai tradisi kuliner serta pengobatan tradisional di sejumlah wilayah Asia dan Afrika. Rasa pahit pare berasal dari berbagai senyawa alami yang terdapat di dalam buahnya.
Tingkat kepahitannya dapat berbeda beda tergantung varetas, tingkat kematangan tabanaman . Menariknya,rasa pahit tersebut justru membuat pare memiliki tempat khusus dalam kuliner. Pare dapat ditumis,direbus,dibuatsebagai campuran siomay,hingga dijadikan berbagai olahan tradisional.
Pare telah lama dikenal masyarakat Asia. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis dan menjadi bagian dari tradisi pangan setempat.
Di Indonesia, pare telah menjadi bagian dari berbagai masakan daerah. Buahnya sering dipadukan dengan bumbu yang kuat seperti bawang,cabai,terasi atau santan sehingga menghasilkan cita rasa yang khas. Dalam pengobatan tradisional,pare juga telah digubakan secara turn temurun.
Namun,penggunaan pare sebagi obat tidak boleh menggantikan pengobatan medis, terutama bagi orang yang sedang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat. Meski terkenal sebagai salah satu buah yang sangat pahit, pare membuktikan bahwa rasa pahit tidak selalu membuat sebuah bahan makanan ditinggalkan.
Justru sejarah panjang, keunikan rasa dan keberadaannya dalam berbagai kuliner membuat pare tetap menjadi bagian penting dari kekayaan pangan Nusantara.Dari rasa pahitnya, pare menyimpan cerita panjang tentang tradisi, budaya dan kebiasaan makan masyarakat di beebagai belahan dunia. (RS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....