Mewarisi, dan Meneladani Pemikiran Bung Hatta
- 13 Agt 2026 08:03 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di tengah derasnya arus modernisasi dan krisis figur teladan bagi generasi muda, Lembaga Penyiaran Publik RRI Bukittinggi menggelar dialog khusus bertema "Menjaga Akar, Merawat Tunas: Mewarisi Pemikiran Bung Hatta". Kegiatan yang berlangsung di Studio Pro 4 RRI Bukittinggi ini menghadirkan tiga pemangku kepentingan untuk membedah relevansi gagasan Sang Proklamator dalam menjaga fondasi moral serta kemandirian bangsa.
Dalam dialog tersebut, penanaman kearifan lokal Minangkabau dinilai menjadi pemandu utama agar para pemuda tidak kehilangan arah di era digital. Tokoh Adat Sumatera Barat, Dr. Gusrizal Datuk Salubuak Basa, menekankan bahwa nilai-nilai kebudayaan seperti sistem demokrasi musyawarah dan integritas moral yang dicontohkan Bung Hatta harus terus disuarakan kepada generasi Z.
"Akar budaya yang bisa relate dengan Bung Hatta, yaitu masalah demokrasi di dalam kehidupan masyarakat adat, kalau kami di Minangkabau, khususnya Adik Salingka Nagari, itu artinya Berjanjang Naik Bertanggung Turun, nah demokrasi itu sendiri pada saat ini seperti ada yang hilang," ujarnya.
Menanggapi tantangan pengembangan potensi generasi muda pada rentang usia produktif 16 hingga 30 tahun, Pemerintah Kota Bukittinggi menyiapkan langkah konkret di bidang sosial dan pendidikan.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan, pemerintah daerah terus mengalokasikan bantuan uang komite bagi 6.000 siswa SMA/SMK serta seragam gratis untuk 3.000 murid SD dan SMP agar tidak ada anak yang putus sekolah. Di samping itu, penguatan karakter anak muda juga difasilitasi melalui sarana ibadah.
"Melalui program Surau Gemilang, kita ingin surau menjadi basis pembentukan karakter, pusat pembelajaran segala disiplin ilmu, bahkan pusat pengembangan ekonomi lokal," sebutnya.

Melengkapi penguatan karakter dan program pemerintah daerah, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., mengimbau generasi muda untuk membaca otobiografi Bung Hatta guna mempelajari perjalanan perjuangan serta sikap hidupnya.
Aminudin Aziz juga mendorong penyediaan buku-buku yang sesuai dengan minat baca anak muda, serta menekankan pentingnya ketekunan dan tindakan nyata dalam meneladani pemikiran Bung Hatta, bukan sekadar pembicaraan tanpa pengerjaan. (NAS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....