Generasi Muda Diminta Kampanyekan Edukasi Anti Sampah
- 27 Jul 2026 10:06 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Pesisir Selatan - Penanganan masalah sampah laut dalam jangka panjang membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen generasi muda. Pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan untuk memutus rantai kebiasaan merusak lingkungan sekitar.
Gerakan penyelamatan alam saat ini tidak lagi selalu identik dengan aksi fisik membersihkan kawasan pantai. Pemuda dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk menyebarkan virus kebaikan dan edukasi positif secara luas.
Dalam program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, Aktivis Lingkungan Pesisir, David Andespin mengajak kaum milenial untuk lebih kreatif dalam menyuarakan isu perlindungan ekosistem pesisir pantai.
"Generasi muda cukup membuat tulisan kampanye di media sosial masing-masing mengenai bahaya plastik, Kolaborasi antara aksi digital dan konsistensi perilaku di dunia nyata menjadi kunci kelestarian bumi masa depan," ajak David.
Menurutnya langkah sederhana tersebut memiliki daya jangkau yang sangat luas dalam merubah cara berpikir masyarakat. Opini publik yang positif di dunia maya akan mendorong terciptanya kebijakan lingkungan yang lebih berpihak.
Kesadaran untuk membatasi penggunaan kantong plastik saat berbelanja juga harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Kebiasaan membawa wadah belanja mandiri dari rumah perlu dibudayakan kembali dalam aktivitas harian di desa.
"Ketika kita berbuat baik kepada alam maka alam akan memberikan kebaikan bagi kita," pungkasnya menutup sesi dialog. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....