Sikap Suka Memuji Diri Sendiri, Percaya Diri, atau Berlebihan?

  • 04 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID , Bukittinggi - Memiliki rasa bangga terhadap pencapaian diri merupakan hal yang wajar. Setiap orang berhak mengapresiasi usaha dan kerja keras yang telah dilakukan. Namun, ketika kebiasaan memuji diri sendiri dilakukan secara terus-menerus dengan tujuan mencari pengakuan atau merasa lebih unggul dari orang lain, sikap tersebut dapat menimbulkan kesan yang kurang baik di lingkungan sekitar.

Sikap suka memuji diri sendiri sering kali terlihat melalui kebiasaan menceritakan keberhasilan tanpa henti, merasa pendapatnya selalu paling benar, atau selalu ingin menjadi pusat perhatian. Tidak semua orang yang bersikap seperti ini memiliki niat buruk.

Ada yang melakukannya karena ingin dihargai, ada pula yang sebenarnya sedang menutupi rasa tidak percaya diri. Motivasi di balik perilaku tersebut dapat berbeda-beda pada setiap individu.

Di sisi lain, kepercayaan diri yang sehat berbeda dengan sikap membanggakan diri secara berlebihan. Orang yang percaya diri mampu mengakui kelebihan sekaligus menerima kekurangan. Ia tidak merasa perlu terus-menerus membuktikan nilainya kepada orang lain.

Sebaliknya, seseorang yang terlalu sering memuji dirinya sendiri mungkin lebih bergantung pada pujian dan pengakuan dari lingkungan untuk merasa berharga.

Dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja, kerendahan hati sering kali menjadi kualitas yang lebih dihargai. Seseorang yang membiarkan hasil kerja dan tindakannya berbicara biasanya memperoleh kepercayaan dan rasa hormat secara alami. Ia juga lebih terbuka menerima kritik, menghargai kontribusi orang lain, dan mampu membangun hubungan yang lebih baik.

Melatih sikap rendah hati bukan berarti meremehkan diri sendiri atau menutupi prestasi. Yang terpenting adalah menyampaikan pencapaian secara proporsional, sesuai konteks, dan tetap menghargai peran orang lain dalam keberhasilan tersebut.

Mengucapkan terima kasih kepada tim, mentor, atau keluarga yang telah mendukung adalah salah satu bentuk penghargaan yang menunjukkan kedewasaan.

Pada akhirnya, prestasi yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari seberapa sering kita menceritakannya, tetapi juga dari dampak yang diberikan kepada orang lain. Jadikan pencapaian sebagai motivasi untuk terus berkembang, bukan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi dari siapa pun.

Kepercayaan diri yang disertai kerendahan hati akan menciptakan citra yang positif, memperkuat hubungan sosial, dan membuat keberhasilan terasa lebih bermakna. (TW/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....