Benarkah AC Dilarang di Eropa?, Ini Faktanya
- 29 Jun 2026 21:15 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Belakangan ini muncul anggapan bahwa penggunaan pendingin ruangan (AC) dilarang di sejumlah negara Eropa. Kabar tersebut sebenarnya kurang tepat. Dilansir dari Berbagai sumber, hingga saat ini, tidak ada larangan umum yang melarang masyarakat Eropa menggunakan AC di rumah maupun tempat kerja.
Yang ada adalah berbagai kebijakan untuk menghemat energi dan mengurangi emisi karbon. Misalnya, beberapa negara pernah menetapkan aturan agar suhu AC di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, atau fasilitas publik tidak diatur terlalu dingin. Langkah ini bertujuan mengurangi konsumsi listrik, terutama saat krisis energi dan gelombang panas melanda.
Salah satu alasan mengapa penggunaan AC di Eropa tidak sebanyak di negara-negara tropis adalah faktor iklim. Selama puluhan tahun, musim panas di banyak wilayah Eropa relatif sejuk sehingga rumah-rumah dibangun untuk menahan udara dingin saat musim dingin, bukan untuk menghadapi suhu panas ekstrem. Karena itu, banyak bangunan lama tidak dilengkapi sistem pendingin udara.
Namun, kondisi mulai berubah. Gelombang panas yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir membuat permintaan AC meningkat tajam. Di beberapa negara seperti Spanyol, Italia, dan Prancis, penjualan AC terus bertambah karena masyarakat membutuhkan cara untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman saat musim panas.
Meski demikian, pemerintah dan para ahli tetap mendorong penggunaan AC secara bijak. Selain mengonsumsi listrik dalam jumlah besar, penggunaan AC yang berlebihan juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca apabila listrik masih berasal dari bahan bakar fosil. Karena itu, berbagai kebijakan lebih difokuskan pada efisiensi energi dan penggunaan teknologi pendingin yang lebih ramah lingkungan, bukan melarang masyarakat menggunakan AC.
Sebagai alternatif, banyak kota di Eropa mulai memperbanyak ruang terbuka hijau, menanam pohon peneduh, memasang tirai pada bangunan, meningkatkan ventilasi alami, serta menyediakan ruang pendingin publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat terjadi gelombang panas.
Jadi, anggapan bahwa AC dilarang di Eropa adalah mitos. Yang diterapkan adalah pengaturan penggunaan energi agar lebih efisien dan ramah lingkungan, sambil tetap menjaga kesehatan masyarakat ketika suhu udara meningkat. Dengan perubahan iklim yang membuat musim panas semakin ekstrem, penggunaan AC diperkirakan akan terus meningkat, tetapi diharapkan tetap dilakukan secara hemat dan berkelanjutan. (DKA/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....