Don Ameo Journey, "Hidupkan Edukasi lewat Wisata Sejarah"
- 23 Jun 2026 09:48 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam program Carano (Carito Ragam Wisata Kito) Pro 4 yang ditayangkan secara live dari YouTube RRI Bukittinggi. Don Ameo Journey berbagi inspirasi nya, yang diinisiasi oleh Vero Ameo bersama praktisi akademisi Faisal Jufri, hadir sebagai ruang belajar non-formal kreatif untuk mengatasi kejenuhan metode pendidikan modern sekaligus menjembatani celah dalam pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Mengusung konsep experience dan heritage tourism, gerakan ini secara konsisten menghelat agenda Bukittinggi Heritage Walk setiap dua minggu sekali. Aktivitas walking tour tersebut bertujuan menghidupkan kembali memori kolektif dan filosofi sejarah di balik situs-situs cagar budaya kota, bahkan pada ruang sejarah yang kini hanya menyisakan puing bangunan seperti sisa Los Saudagar dan pondasi rumah masa kecil Sultan Syahrir.
Gerakan tersebut menolak paradigma pelesiran dangkal dan mendorong peserta memposisikan diri sebagai manusia yang membaur dengan lingkungan lokal, bukan sekadar turis komersial. Untuk memaksimalkan daya ingat hingga 80 persen, para peserta diwajibkan aktif menuliskan refleksi mereka ke dalam diari ringkas yang diberi stempel khusus di setiap rute sebagai artefak perjalanan.
Melalui prinsip bahwa pariwisata sejati berfokus pada proses perjalanan (the journey) dan bukan sekadar titik tujuan (the destination), edukasi pariwisata ini sukses menanamkan empati sosial serta tanggung jawab penuh terhadap kebersihan lingkungan.

Kendati demikian, pelaksanaan susur sejarah di lapangan menghadapi tantangan nyata terkait infrastruktur kota Bukittinggi yang dinilai belum sepenuhnya ramah pejalan kaki dan belum inklusif bagi penyandang disabilitas. Don Ameo Journey memberikan catatan kritis terhadap beberapa trotoar jalan protokol yang berlubang, serta adanya tiang penyangga yang menghalangi jalur pemandu tunanetra (tactile paving) di kawasan Hotel Monopoli.
Oleh karena itu, mereka menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam penataan ruang kota yang harmonis dan terbuka pada kolaborasi dengan pedagang kaki lima sebagai bagian dari keunikan kota, bukan lewat penggusuran.Selain memperkaya wawasan sejarah, aktivitas jalan kaki ini menawarkan manfaat holistik bagi kesehatan fisik, kestabilan psikis, hingga perluasan jejaring sosial baru.
Didukung oleh sukarelawan mahasiswa Universitas Fort de Kock dan ISI Padang Panjang, Don Ameo Journey akan kembali menggelar aksi walking tour dengan sistem bayar seikhlasnya pada Sabtu pekan ini yang bakal ditutup dengan eksplorasi kuliner tradisional.
Melalui program ini, masyarakat luas diundang untuk keluar dari zona nyaman, merespons stimulus lingkungan secara positif, dan lebih menghargai identitas Bukittinggi sebagai kota wisata sekaligus kota perjuangan. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....