Lagu-lagu Minang Memiliki Sejarah yang Cukup Panjang

  • 18 Jun 2026 21:54 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Lagu-lagu Minang atau yang lebih dikenal sekarang dengan istilah pop Minang, ternyata sudah memiliki sejarah yang cukup panjang. Cikal bakal pop Minang sudah muncul sejak akhir abad ke 19. Lagu daerah Minangkabau ternyata sangat beragam, dan beberapa masih sering dinyanyikan dalam acara upacara adat penting, seperti upacara pernikahan.

Sejarah lagu Minangkabau berakar dari tradisi sastra lisan seperti kaba (cerita), pantun, dan salawat dulang yang diiringi ansambel alat musik tradisional seperti talempong dan saluang. Perkembangan musik ini berlanjut melalui masuknya pengaruh Islam (kasidah) hingga melahirkan era lagu pop Minang modern pada tahun 1950-1990-an.

Musik awalnya berupa nyanyian ritual (dendang) dan lagu rakyat yang berfungsi mengiringi upacara adat, maupun acara hiburan. Pada dekade 1970-1990-an musik tradisional Minangkabau di kolaborasikan dengan unsur musik modern.

Dari ratusan musik yang diciptakan dan dipopulerkan oleh penyanyi legendaris seperti Elly Kasim (melalui lagu ikonik Dayuang palinggam). Lagu Minang ini dikenal dengan cengkok vokal yang khas untuk menyampaikan emosi yang mendalam, seperti kesedihan, penyesalan, atau pesan moral bagi para perantau agar selalu menjaga kesopanan.

Dari sekian banyaknya lagu Minang, pencipta lagu Minang yang sangat legendaris adalah Syahrul Tarun Yusuf yang dikenal sebagai SATAYU dan Agus Taher. Mereka telah melahirkan ratusan karya ikonik yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris seperti Elly Kasim.

Dengan melihat ke belakang, awal musik Minang berakar dari musik rakyat. Musik Minang adalah salah satu aliran musik Indonesia, baik tradisional maupun modern, yang tumbuh dan berkembang di wilayah kebudayaan Minangkabau.

Musik ini umumnya dimainkan oleh alat alat musik bagaikan talempong, saluang, rabab, serunai, rebana, gong, gandang, gambus dan biola. Namun untuk acara tradisional tidak pernah dipakai rebana atau gambus. (ELB/YPA)

Sumber berita : https://langgam.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....