Bukan Malas, Ini Alasan Manusia Suka Menunda Pekerjaan

  • 18 Mei 2026 10:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernah tidak, kamu sebenarnya punya banyak pekerjaan penting, tapi malah memilih scroll media sosial, rebahan, atau menonton video yang “cuma sebentar”? Anehnya, kita tahu pekerjaan itu harus diselesaikan, tapi tetap saja sulit memulai. Rasanya seperti otak terus mencari alasan untuk menunda. Kalau kamu pernah mengalaminya, tenang saja, karena hampir semua orang juga begitu.

Kebiasaan menunda pekerjaan ternyata bukan selalu karena malas. Dalam banyak kasus, otak manusia memang lebih suka hal yang terasa nyaman dan menyenangkan dibanding sesuatu yang berat atau membuat stres. Itu sebabnya membuka TikTok terasa lebih ringan daripada mulai mengerjakan laporan atau tugas yang menumpuk.

Saat menghadapi pekerjaan sulit, otak sering menganggapnya sebagai “ancaman kecil”. Akibatnya, kita cenderung menghindar sementara waktu agar merasa lebih tenang. Masalahnya, rasa tenang itu biasanya cuma sementara. Setelah beberapa jam, rasa bersalah mulai muncul karena pekerjaan belum juga selesai.

Yang menarik, orang perfeksionis justru sering menjadi penunda pekerjaan. Mereka takut hasilnya jelek, takut salah, atau takut tidak sesuai harapan. Karena terlalu ingin semuanya sempurna, akhirnya mereka malah tidak mulai sama sekali. Jadi, menunda bukan hanya soal disiplin, tapi juga soal tekanan dalam pikiran sendiri.

Media sosial juga punya pengaruh besar terhadap kebiasaan ini. Video pendek, notifikasi, dan konten tanpa akhir membuat otak terbiasa mendapat hiburan instan. Akibatnya, fokus terhadap pekerjaan jadi lebih mudah pecah. Baru lima menit bekerja, tangan sudah refleks membuka ponsel lagi.

Selain itu, pekerjaan yang terlihat besar sering membuat kita merasa lelah duluan sebelum mulai. Misalnya ketika melihat tugas yang panjang, otak langsung membayangkan betapa ribet dan capeknya proses itu. Akhirnya muncul kalimat andalan: “Nanti saja, masih ada waktu.”

Tubuh yang lelah juga bisa memperburuk kebiasaan menunda. Kurang tidur, stres, atau terlalu banyak pikiran membuat energi mental menurun. Dalam kondisi seperti itu, pekerjaan kecil pun terasa berat. Itulah kenapa saat burnout, seseorang biasanya jadi lebih sulit fokus dan lebih sering terdistraksi.

Sayangnya, semakin sering menunda, tekanan dalam pikiran justru makin besar. Pekerjaan menumpuk, deadline makin dekat, dan rasa panik mulai datang. Banyak orang akhirnya mengerjakan semuanya secara terburu-buru di menit terakhir, lalu menyesal karena hasilnya tidak maksimal.

Cara mengatasinya sebenarnya tidak harus langsung ekstrem. Mulailah dari langkah kecil. Kadang bagian tersulit dari sebuah pekerjaan hanyalah memulai. Setelah mulai sedikit demi sedikit, otak biasanya akan lebih mudah masuk ke mode fokus. Karena sering kali, musuh terbesar kita bukan pekerjaan itu sendiri, melainkan rasa ingin menundanya. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....