Hidup Tak Harus Ikuti Standar

  • 12 Mei 2026 13:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak masyarakat mulai menyadari bahwa hidup tidak harus selalu mengikuti standar orang lain. Tekanan sosial yang muncul dari lingkungan maupun media sosial sering membuat seseorang merasa tertinggal.

Sebagian orang merasa harus memiliki pekerjaan mapan, kendaraan, hingga pencapaian tertentu di usia muda. Padahal, setiap individu memiliki proses dan jalan hidup yang berbeda-beda.

Fenomena membandingkan diri dengan kehidupan orang lain kini semakin sering terjadi di media sosial. Unggahan tentang kesuksesan dan gaya hidup mewah kerap memengaruhi rasa percaya diri seseorang.

Psikolog menilai kebiasaan terlalu mengikuti standar orang lain dapat memicu stres dan rasa tidak puas terhadap diri sendiri. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental apabila terus dibiarkan.

Anak muda mulai diajak untuk lebih fokus pada kemampuan dan tujuan hidup masing-masing. Menjalani hidup sesuai kapasitas diri dianggap lebih penting dibanding sekadar memenuhi ekspektasi lingkungan.

Sejumlah masyarakat memilih mengurangi penggunaan media sosial demi menjaga ketenangan pikiran. Langkah tersebut dinilai membantu seseorang lebih menghargai proses hidup yang sedang dijalani.

Pakar komunikasi menyebut pentingnya membangun pola pikir positif dalam menghadapi tekanan sosial. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga dinilai berperan besar dalam membentuk rasa percaya diri.

Masyarakat diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktu dan pencapaiannya masing-masing yang tidak bisa disamakan. (AH/SVD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....