Mahasiswa Rantau Rentan Homesick
- 12 Mei 2026 10:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mahasiswa rantau yang tinggal di kos-kosan sering mengalami rasa rindu terhadap kampung halaman dan keluarga. Kondisi itu kerap muncul terutama saat memasuki awal perkuliahan atau ketika sedang menghadapi tekanan tugas.
Perasaan homesick tidak hanya dialami mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa tingkat akhir yang sudah lama merantau. Kesibukan kuliah dan lingkungan baru membuat sebagian mahasiswa merasa kesepian saat berada jauh dari rumah.
Beberapa mahasiswa mengaku lebih sering termenung ketika malam hari karena suasana kos yang sepi. Kerinduan terhadap masakan rumah, keluarga, dan suasana kampung menjadi hal yang paling dirasakan.
Psikolog menyebut homesick merupakan hal wajar yang dialami seseorang saat beradaptasi di lingkungan baru. Namun jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental dan semangat belajar mahasiswa.
Mahasiswa disarankan untuk tetap menjaga komunikasi dengan keluarga melalui telepon maupun video call. Selain itu, membangun pertemanan di lingkungan kampus juga dapat membantu mengurangi rasa kesepian.
Sebagian mahasiswa memilih mengikuti organisasi kampus atau kegiatan komunitas agar lebih mudah beradaptasi. Aktivitas positif dinilai mampu membuat mahasiswa lebih nyaman menjalani kehidupan perantauan.
Pemilik kos di Bukittinggi juga mulai memperhatikan kenyamanan penghuni dengan menciptakan suasana yang lebih hangat. Beberapa kos bahkan menyediakan ruang berkumpul agar penghuni bisa saling berinteraksi.
Dengan dukungan lingkungan dan kemampuan beradaptasi yang baik, mahasiswa rantau diharapkan mampu melewati rasa homesick secara perlahan. Kehidupan merantau pun dapat menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kemandirian dan kedewasaan. (AH/SVD/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....