Miskomunikasi Picu Kesalahpahaman Sosial

  • 11 Mei 2026 14:26 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Miskomunikasi masih menjadi penyebab utama terjadinya kesalahpahaman dalam hubungan sosial masyarakat. Kurangnya kejelasan saat menyampaikan pesan sering memicu konflik kecil hingga pertengkaran.

Pengamat komunikasi menilai perbedaan cara memahami informasi dapat memengaruhi hubungan antarindividu. Kesalahan dalam memilih kata juga dapat membuat pesan diterima berbeda oleh lawan bicara.

Fenomena miskomunikasi kini semakin sering terjadi melalui percakapan digital di media sosial maupun aplikasi pesan singkat. Minimnya ekspresi dan intonasi saat berkomunikasi membuat pesan mudah disalahartikan.

Beberapa warga mengaku pernah mengalami salah paham akibat pesan singkat yang dianggap menyinggung perasaan. Kondisi tersebut terkadang membuat hubungan pertemanan menjadi renggang.

Psikolog menyebut komunikasi yang baik perlu disertai kemampuan mendengar dan memahami orang lain. Sikap terburu-buru dalam menanggapi pesan dinilai dapat memperbesar risiko kesalahpahaman.

Dalam lingkungan kerja, miskomunikasi juga dapat memengaruhi efektivitas kerja tim. Karena itu, koordinasi yang jelas dianggap penting agar pekerjaan berjalan sesuai tujuan bersama.

Tenaga pendidik mengajak generasi muda untuk membiasakan komunikasi yang sopan dan terbuka. Kemampuan menyampaikan pendapat dengan baik dinilai penting dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Melalui komunikasi yang sehat, masyarakat diharapkan mampu mengurangi konflik akibat kesalahpahaman. Sikap saling memahami menjadi kunci utama membangun hubungan yang harmonis di lingkungan sekitar. (AH/SVD/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....