Semakin Dewasa, Semakin Sulit Merasa Benar-Benar Bahagia, Ini Alasannya

  • 21 Apr 2026 14:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Saat kecil, kebahagiaan terasa datang dari hal-hal sederhana. Bermain, mendapat makanan favorit, atau bertemu orang yang disukai sudah cukup membuat hari terasa menyenangkan. Namun semakin dewasa, kebahagiaan sering terasa lebih rumit dan lebih sulit dirasakan sepenuhnya.

Salah satu alasannya adalah karena semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang kita pikirkan. Tanggung jawab, pekerjaan, keuangan, masa depan, dan berbagai ekspektasi membuat pikiran jarang benar-benar tenang. Akibatnya, bahkan ketika ada hal baik terjadi, kita tetap sulit menikmatinya karena sibuk memikirkan hal lain.

Orang dewasa juga lebih mudah terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri. Kita melihat pencapaian orang lain dan mulai merasa hidup sendiri belum cukup. Padahal, semakin sering membandingkan, semakin sulit bagi kita untuk merasa puas dengan apa yang sudah dimiliki.

Selain itu, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa kebahagiaan hanya bisa dirasakan setelah mencapai sesuatu. Kita terus berpikir akan bahagia nanti, ketika sudah sukses, sudah mapan, atau hidup sudah sempurna. Harvard Business Review menyoroti bahwa pola pikir seperti ini membuat seseorang terus menunda rasa bahagia.

Pada akhirnya, semakin dewasa bukan berarti kita kehilangan kemampuan untuk bahagia. Kita hanya terlalu sibuk, terlalu banyak berpikir, dan terlalu jarang memberi diri sendiri kesempatan untuk menikmati hal-hal kecil. Padahal, kadang kebahagiaan masih ada di tempat yang sama, hanya saja kita sudah lupa cara melihatnya. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....