Fenomena Merasa Tidak Punya Teman meski Punya Banyak Kenalan

  • 21 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di era sekarang, seseorang bisa memiliki banyak kontak, followers, atau kenalan, tetapi tetap merasa sendirian. Kita mengenal banyak orang, sering berinteraksi, bahkan terlihat aktif di lingkungan sekitar. Namun di balik itu, ada perasaan seolah tidak benar-benar punya siapa-siapa untuk diajak bicara saat sedang tidak baik-baik saja.

Perasaan ini muncul karena memiliki banyak kenalan tidak selalu berarti memiliki hubungan yang dekat. Banyak interaksi yang terjadi hanya sebatas basa-basi, bercanda, atau berbicara soal hal-hal umum. Ketika hubungan tidak memberi rasa dipahami dan diterima, jumlah orang di sekitar terasa tidak banyak berarti.

Manusia membutuhkan koneksi emosional yang lebih dalam daripada sekadar interaksi biasa. Kita ingin didengar tanpa dihakimi dan merasa bisa menjadi diri sendiri. Jika hal itu tidak ada, seseorang tetap bisa merasa kesepian meski tidak pernah benar-benar sendirian.

Media sosial juga membuat fenomena ini semakin sering terjadi. Kita terus terhubung dengan banyak orang, tetapi hubungan yang terbentuk sering terasa dangkal dan cepat. Harvard Business Review menyoroti bahwa terlalu banyak koneksi tanpa kedekatan justru dapat membuat seseorang merasa semakin kosong.

Pada akhirnya, memiliki banyak kenalan tidak selalu membuat seseorang merasa memiliki teman. Yang paling dibutuhkan bukan jumlah orang, melainkan kehadiran beberapa orang yang benar-benar membuat kita merasa dimengerti. Kadang, satu hubungan yang tulus jauh lebih berarti dari pada puluhan hubungan yang hanya sekadar ada. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....