Kenapa Kita Sering Membandingkan Diri di Instagram?

  • 27 Mar 2026 17:51 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Instagram menghadirkan potongan-potongan terbaik dari kehidupan banyak orang dalam satu layar. Foto liburan, pencapaian karier, hubungan yang terlihat harmonis, hingga gaya hidup yang tampak sempurna muncul silih berganti. Tanpa disadari, paparan ini mendorong kita untuk menilai diri sendiri berdasarkan standar yang belum tentu realistis.

Secara psikologis, manusia memang memiliki kecenderungan melakukan social comparison atau perbandingan sosial. Teori yang banyak dibahas dalam literatur psikologi ini menjelaskan bahwa kita memahami diri sendiri dengan membandingkan pencapaian dan posisi dengan orang lain.

Psychology Today dan berbagai artikel Harvard Business Review menyebutkan bahwa media sosial mempercepat proses ini karena perbandingan terjadi dalam skala besar dan sangat sering.

Masalahnya, yang dibandingkan sering kali bukan realitas utuh, melainkan versi kurasi terbaik. Orang cenderung membagikan momen sukses dan menyembunyikan kegagalan atau proses panjang di baliknya. Akibatnya, kita membandingkan “belakang layar” kehidupan sendiri dengan “panggung depan” orang lain.

Algoritma Instagram juga memperkuat efek ini dengan menampilkan konten yang relevan dan menarik secara emosional. Semakin sering kita berhenti pada unggahan tertentu, semakin banyak konten serupa yang muncul. Lama-kelamaan, linimasa dipenuhi standar hidup yang terasa tinggi dan sulit dijangkau.

Membandingkan diri sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya negatif jika digunakan sebagai motivasi. Namun, ketika perbandingan berubah menjadi rasa tidak cukup dan merendahkan diri, saat itulah perlu ada jeda. Mengingat bahwa setiap orang memiliki timeline dan proses berbeda membantu kita kembali fokus pada perjalanan pribadi, bukan pada sorotan orang lain. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....