Satu Dekade Andespin Perjuangan Anak Desa Berlisensi Profesional
- 26 Mar 2026 22:15 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dedikasi sekelompok pemuda di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan dalam menjaga warisan alam bawah laut telah memasuki tahun kesepuluh dengan pencapaian membanggakan. Kelompok Andespin atau Anak Desa Sungai Pinang membuktikan bahwa inisiatif lokal mampu bersaing secara profesional dalam bidang konservasi kelautan.
David Andespin, Aktivis Kelautan Andespin dalam dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menjelaskan, enam anggota inti komunitas ini merupakan putra daerah yang telah memiliki sertifikasi dan lisensi selam profesional untuk menunjang aksi lapangan. Keahlian teknis tersebut menjadi modal utama dalam menjalankan program kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pemerintahan pusat.
| Baca juga: Serunya Menyambut Libur Sekolah |
"Andespin adalah singkatan dari Anak Desa Sungai Pinang; sejak 2016 kami sudah punya legalitas kelompok untuk melakukan kolaborasi pelestarian," tuturnya.
Perjalanan yang dimulai dari hobi menyelam saat kuliah kini telah berkembang menjadi gerakan terstruktur dengan area pengawasan seluas 5,3 hektar. Kelompok ini mengelola lokasi konservasi di Batu Kajang dengan standar monitoring yang ketat dan terdokumentasi secara rutin setiap bulannya.
Kehadiran payung hukum kelompok memungkinkan Andespin untuk mengakses bantuan peralatan serta program pengembangan kapasitas dari Kementerian Kelautan. Kepercayaan pihak luar terhadap kelompok ini tumbuh karena konsistensi mereka dalam menjaga transparansi dan tanggung jawab kerja di lapangan.
"Kami memiliki anggota tetap sebanyak enam orang yang semuanya sudah mempunyai lisensi selam dan selalu siap saat dibutuhkan untuk monitoring," jelas David.
Meskipun bekerja secara sukarela, profesionalisme tetap menjadi napas utama dalam setiap misi pemulihan terumbu karang yang mereka jalankan. Semangat pengabdian ini diharapkan dapat menginspirasi pemuda pesisir lainnya di seluruh Indonesia untuk mencintai laut mereka.
Eksistensi Andespin selama sepuluh tahun terakhir menjadi bukti nyata bahwa anak desa mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan lingkungan nasional. Keberlanjutan perjuangan ini akan terus dirawat demi masa depan laut yang lebih baik bagi anak cucu nanti. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....