Fenomena Coral Bleaching Hantui Terumbu Karang Pesisir Selatan
- 26 Mar 2026 22:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perubahan cuaca ekstrem dan fenomena banjir bandang yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu lalu membawa ancaman serius bagi kelestarian bawah laut. Akumulasi sedimen daratan yang bermuara ke laut memicu terjadinya pemutihan karang atau coral bleaching secara massal di wilayah pesisir, terutama di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.
David Andespin, Aktivis Kelautan Andespin dalam dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menegaskan, kondisi ini diperparah dengan kenaikan suhu air laut dan pengasaman yang menghambat proses pernapasan alami hewan karang. Endapan lumpur yang menutup pori-pori terumbu karang mengakibatkan ekosistem tersebut kehilangan warna dan perlahan mati jika tidak segera dibersihkan.
"Terumbu karang itu hewan yang sangat sensitif; jika sedimen banjir menutup permukaannya, mereka tidak bisa bernapas dan terjadilah pemutihan massal, " tuturnya.
Komunitas Andespin kini meningkatkan kewaspadaan untuk memantau titik-titik kritis di kawasan Nagari Sungai Pinang pasca-cuaca buruk. Keberlanjutan transplantasi yang sudah berjalan selama sepuluh tahun kini berada dalam risiko besar akibat faktor alam tersebut.
Tim penyelam harus bekerja ekstra cepat untuk memastikan sedimen daratan tidak mengendap terlalu lama pada rak-rak media tanam. Pemulihan alami terumbu karang akan memakan waktu yang sangat lama jika proses bleaching sudah meluas di area konservasi.
"Banjir yang bermuara ke laut cukup berdampak negatif karena bisa mengakibatkan terumbu karang mengalami kerusakan permanen atau mati massal.", terang David.
Masyarakat nelayan juga diimbau untuk turut menjaga kualitas air dengan tidak membuang sampah atau material yang dapat merusak ekosistem laut. Kolaborasi antara penggerak lingkungan dan warga lokal menjadi benteng utama dalam menghadapi dampak perubahan iklim global.
Kesadaran akan bahaya pemutihan karang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap isu pelestarian wilayah pesisir. Penanganan yang cepat dan tepat akan menentukan apakah harapan baru di dasar laut Sungai Pinang dapat terus bertahan. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....