Asah Insting Kepekaan Perempuan Hadapi Risiko Bencana
- 26 Mar 2026 22:06 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kemampuan untuk peka terhadap tanda-tanda alam dan perubahan lingkungan menjadi modal utama bagi perempuan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang sering terjadi. Mengasah insting kesadaran atau awareness sangat diperlukan agar langkah penyelamatan diri dapat dilakukan secara cepat sebelum situasi menjadi semakin membahayakan.
Novi Fani Rovika (Co-founder Mandeh Institute) dalam dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menjelaskan, Perempuan sebagai pilar utama keluarga memiliki peran strategis dalam mengarahkan anggota keluarga lainnya untuk segera melakukan evakuasi mandiri saat tanda-tanda bahaya muncul.
Kepekaan tersebut harus didukung oleh pengetahuan yang benar mengenai jalur evakuasi serta titik aman di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing.
"Sebagai perempuan kita harus bijak mengendalikan pemikiran; asahlah insting kesadaran agar selalu peka dan segera bertindak ketika sesuatu terjadi di sekitar," terangnya.
Tindakan yang diambil dalam situasi darurat tidak boleh dilakukan secara serampangan, melainkan harus tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan prosedur penyelamatan yang benar. Literasi kebencanaan membantu perempuan untuk tetap tenang dan mampu mengambil keputusan kritis di bawah tekanan situasi yang penuh ketidakpastian.
"Kenalilah landscape atau tempat di mana kita berada; jangan hanya sekadar bertindak, tetapi pastikan tindakan itu juga mempertimbangkan keamanan kita," jelasnya.
Membangun kesiapsiagaan mulai dari unit terkecil yaitu keluarga akan menciptakan komunitas nagari yang lebih tangguh dan siap menghadapi segala kemungkinan terburuk. Peningkatan kapasitas diri bagi kelompok perempuan diharapkan dapat menekan angka korban jiwa serta kerugian materil saat bencana Galodo atau longsor melanda. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....