Geser Budaya Bom Ikan Warga Sungai Pinang Jaga Laut
- 26 Mar 2026 21:58 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Upaya konservasi yang dilakukan selama satu dekade di Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan berhasil mengubah perilaku masyarakat nelayan secara signifikan. Budaya penangkapan ikan menggunakan bom dan alat tangkap tidak ramah lingkungan kini mulai ditinggalkan oleh warga lokal.
David Andespin, Aktivis Kelautan Andespin dalam dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi menegaskan, transformasi perilaku ini berawal dari keberhasilan program transplantasi terumbu karang yang mampu mengembalikan populasi ikan di area terdampak. Warga kini menyadari bahwa menjaga terumbu karang adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan mata pencaharian mereka sendiri.
"Kami cukup bangga melihat perubahan perilaku masyarakat; mereka yang tadinya tidak peduli, sekarang perlahan mulai peduli terhadap kelestarian lingkungan," ucapnya bangga.
Masyarakat yang dulunya melakukan penangkapan di sembarang tempat kini secara mandiri ikut mengawasi zona-zona pelestarian terumbu karang. Mereka bahkan berani mengingatkan sesama nelayan agar tidak melempar jangkar atau jaring di lokasi penanaman bibit karang baru.
Kesadaran kolektif ini muncul setelah melihat bukti nyata pertumbuhan karang yang membawa kembali berbagai biota laut ke pesisir desa. Nilai-nilai tanggung jawab sosial mulai tertanam kuat dalam setiap aktivitas harian nelayan saat melaut mencari ikan.
"Sekarang masyarakat sudah berani mengatakan bahwa di lokasi tertentu ada penanaman karang sehingga tidak pantas dilakukan penangkapan ikan di sana, " jelas David.
Andespin terus konsisten melakukan edukasi melalui pendekatan persuasif untuk mengajak lebih banyak warga terlibat dalam aksi pembersihan laut. Pergeseran pola pikir ini merupakan pencapaian terbesar selain keberhasilan teknis penanaman terumbu karang itu sendiri.
Diharapkan Nagari Sungai Pinang dapat menjadi model bagi desa pesisir lainnya dalam membangun kedaulatan lingkungan berbasis masyarakat lokal. Sinergi antara kearifan lokal dan aksi konservasi modern menjadi kunci terciptanya ekosistem laut yang lestari. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....