Relawan Perempuan Wajib Miliki Skill Literasi Kebencanaan
- 26 Mar 2026 21:12 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menjadi relawan kemanusiaan dalam situasi darurat bencana membutuhkan kesiapan mental serta keterampilan teknis yang mumpuni sebelum terjun langsung ke lapangan. Aktivis kemanusiaan Novi Fani Rovika mengingatkan dalam dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi bahwa niat baik dan rasa peduli saja tidak cukup untuk membantu para korban di wilayah terdampak.
Relawan perempuan harus membekali diri dengan pengetahuan mitigasi agar tidak justru menjadi beban yang harus diselamatkan oleh tim penyelamat lainnya. Kemampuan memahami medan, ketangguhan fisik, serta kesiapan logistik pribadi merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum memutuskan untuk berangkat.
"Prinsip utama kebencanaan adalah kita harus selamat terlebih dahulu sebelum bisa menolong orang lain; selamat itu maknanya luas, termasuk kesiapan skill," jelas Novi.
Kondisi lapangan yang kacau sering kali menyulitkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, tempat tinggal, dan transportasi yang layak. Oleh karena itu, literasi kebencanaan menjadi pondasi penting agar relawan mampu bekerja secara profesional tanpa mengabaikan faktor keamanan diri sendiri.
"Jika tidak punya kemampuan merespon bencana, jangan ikut-ikutan turun hanya karena peduli; pastikan kalian punya skill yang bisa dibawa ke lapangan," tuturnya.
Edukasi pra-bencana bagi calon relawan sangat diperlukan untuk membangun sistem respon darurat yang lebih tangguh dan terorganisir dengan baik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kerelawanan diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan sosial di daerah rawan bencana seperti Sumatera Barat. (DR/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....