Pentingnya Data Spesifik Perempuan dalam Respon Darurat

  • 26 Mar 2026 20:40 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Keterlibatan aktif perempuan dalam fase tanggap darurat bencana terbukti mampu memastikan distribusi bantuan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran. Kelompok perempuan dinilai memiliki ketelitian tinggi dalam mengidentifikasi kebutuhan mendasar yang sering kali terabaikan dalam pendataan secara umum.

Co-founder Mandeh Institute, Novi Fani Rovika menyatakan dialog SABAI (Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi bahwa verifikasi data di tingkat tapak akan jauh lebih akurat jika melibatkan keterwakilan perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan mampu merinci kebutuhan spesifik mulai dari perlengkapan bayi, penyandang disabilitas, hingga obat-obatan untuk lansia.

"Keterlibatan perempuan membuat segala urusan menjadi cepat dan tepat; bantuannya tidak hanya sampai dengan segera, tetapi juga sesuai kebutuhan spesifik korban," terangnya.

Selama ini, pemangku kepentingan di wilayah terdampak sering kali hanya fokus pada kebutuhan logistik pangan secara global untuk menyelamatkan perut korban. Padahal, kebutuhan akan sanitasi, air bersih, serta perlengkapan khusus perempuan merupakan hal yang tidak kalah mendesak dalam situasi krisis.

Perspektif gender dalam kebencanaan membantu tim penyelamat memahami bahwa setiap individu memiliki risiko serta kebutuhan keamanan yang berbeda-beda. Tanpa data yang detail, potensi bantuan yang tidak tepat guna atau mubazir sangat mungkin terjadi di lapangan.

"Perempuan biasanya lebih detail menyampaikan informasi mengenai siapa saja yang terluka dan apa yang paling mendesak dibutuhkan di posko pengungsian," tuturnya.

Oleh karena itu, sistem respon darurat yang inklusif harus mulai menempatkan perempuan sebagai subjek pengambil keputusan, bukan sekadar objek bantuan. Kehadiran perempuan di posko-posko strategis akan memperpendek jarak komunikasi antara penyintas dengan lembaga penyalur bantuan kemanusiaan.

Harapannya, pemerintah dan lembaga terkait dapat memperkuat sistem informasi khusus yang ramah terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya di Sumatera Barat. Pendidikan literasi kebencanaan menjadi kunci agar setiap individu mampu mengidentifikasi risiko di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing. (DR/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....