Luis Fernandez

  • 01 Feb 2025 17:47 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Luis Miguel Fernández Toledo (lahir 2 Oktober 1959), yang dikenal sebagai Luis Fernández, adalah seorang manajer sepak bola asal Prancis dan mantan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan.

Fernández menghabiskan sebagian besar karier bermainnya bersama Paris Saint-Germain (PSG). Ia mencatatkan 60 caps internasional dan mencetak 6 gol untuk tim nasional Prancis antara 1982 dan 1992. Ia menjadi bagian dari skuad yang memenangkan UEFA Euro 1984 dan meraih posisi ketiga di Piala Dunia FIFA 1986.

Sebagai pelatih, Fernández pernah menangani PSG dalam dua periode berbeda dan meraih berbagai penghargaan domestik dan Eropa. Ia juga melatih Cannes dan Reims di Prancis, serta Athletic Bilbao, Espanyol, dan Real Betis di La Liga.

Karier Bermain

Karier Klub

Lahir di Tarifa, Spanyol, Kepindahannya ke Prancis bersama orang tuanya saat ia berumur 9 tahun membuatnya dinaturalisasi menjadi warga Prancis pada 1981. Ia mulai bermain sepak bola di AS Minguettes dan menjadi warga negara Prancis pada tahun 1981. Di usia 19 tahun, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan PSG.

Setelah memenangkan gelar Ligue 1 bersama PSG pada 1986, Fernández bergabung dengan Racing Club de Paris. Meskipun tim tersebut diperkuat pemain-pemain berkualitas, hasil yang diharapkan tidak tercapai. Setelah tiga musim, Fernández pindah ke Cannes pada 1989. Cannes terdegradasi ke Ligue 2 pada akhir musim 1991–92, tetapi Fernández tetap bertahan hingga kontraknya berakhir. Ia kemudian menjadi pemain-manajer Cannes, membawa tim kembali ke Ligue 1 sebelum pensiun sebagai pemain.

Karier Internasional

Fernández dikenal sebagai gelandang tangguh dengan kemampuan merebut bola dan memberikan umpan akurat. Ia melakukan debut untuk tim nasional Prancis melawan Belanda pada 10 November 1982.

Sebagai bagian dari "kuartet ajaib" bersama Jean Tigana, Alain Giresse, dan Michel Platini, Fernández membantu Prancis memenangkan UEFA Euro 1984 dan mencapai semifinal Piala Dunia 1986. Meski performanya menurun, ia tetap menjadi bagian tim yang lolos ke UEFA Euro 1992 sebelum mengakhiri karier internasionalnya setelah turnamen tersebut.

Karier Kepelatihan

Cannes

Setelah membawa Cannes kembali ke Ligue 1, Fernández melanjutkan pekerjaannya dengan filosofi permainan menyerang dan memanfaatkan pemain muda. Pada musim 1993–94, ia dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik. Kesuksesannya menarik perhatian PSG.

Paris Saint-Germain

Pada musim 1994–95, Fernández membawa PSG ke semifinal Liga Champions UEFA setelah mengalahkan Barcelona asuhan Johan Cruyff. PSG juga memenangkan Coupe de France dan Coupe de la Ligue pada tahun yang sama. Pada musim 1995–96, meskipun kehilangan David Ginola dan George Weah, PSG meraih gelar Piala Winners UEFA pertama mereka.

Athletic Bilbao

Fernández melatih Athletic Bilbao di La Liga selama empat musim (1996–2000). Ia membawa tim lolos ke Liga Champions UEFA pada musim 1997–98 dengan finis sebagai runner-up La Liga.

Kembali ke PSG

Fernández kembali ke PSG pada Desember 2000. Ia membawa PSG memenangkan Piala Intertoto UEFA 2001. Namun, setelah performa tim menurun pada 2003, ia memutuskan mundur di akhir musim.

Espanyol

Fernández ditunjuk sebagai pelatih Espanyol pada November 2003 ketika tim berada di dasar klasemen. Ia berhasil menyelamatkan Espanyol dari degradasi pada pertandingan terakhir musim tersebut.

Al-Rayyan & Beitar Jerusalem

Pada 2005, Fernández melatih Al-Rayyan di Qatar sebelum pindah ke Beitar Jerusalem di Israel, di mana ia membawa tim ke posisi ketiga dan lolos ke Piala UEFA.

Real Betis

Fernández menangani Real Betis pada musim 2006–07, tetapi ia dilepas sebelum akhir musim setelah hasil buruk tim.

Stade de Reims

Pada musim 2008–09, Fernández bergabung dengan Reims di Ligue 2, tetapi gagal mencegah tim terdegradasi.

Tim Nasional Israel

Fernández melatih tim nasional Israel pada 2010. Namun, ia gagal membawa tim lolos ke UEFA Euro 2012, dan kontraknya tidak diperpanjang.

Tim Nasional Guinea

Pada April 2015, Fernández menandatangani kontrak dengan tim nasional Guinea. Namun, ia mengundurkan diri pada Mei 2016 karena perselisihan dengan Federasi Sepak Bola Guinea.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....