Kisah Calvin Verdonk

  • 05 Des 2024 20:08 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh besar tanpa kehadiran sang ayah. Pemain berusia 27 tahun tersebut menceritakan kisah masa kecilnya saat tampil dalam acara bincang-bincang bersama rekan setimnya, Koki Ogawa, yang diunggah melalui kanal YouTube N.E.C TV.

Dalam wawancara tersebut, Calvin mengungkapkan bahwa ia memiliki darah campuran Indonesia-Belanda. Ayahnya berasal dari Indonesia, sementara ibunya adalah warga Belanda. Meski demikian, ia mengaku hanya dibesarkan oleh sang ibu.

“Ayah saya berasal dari Indonesia, tetapi saya tumbuh besar bersama ibu saya. Jadi, situasinya sedikit berbeda bagi saya,” ujar Calvin. “Saya merasa separuh orang Indonesia dan separuh orang Belanda, jadi rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari tim nasional di sana (Indonesia),” tambahnya.

Darah Indonesia Calvin Verdonk diketahui berasal dari sang ayah, Ronald Alting Siberg, yang lahir di Meulaboh, Aceh, pada 6 Februari 1958. Sementara itu, ibunya, Tamara Verdonk, lahir di Dordrecht, Belanda, pada 18 September 1975. Nama ayahnya mencuat saat proses naturalisasi Calvin yang berlangsung pada Juni lalu.

Meski tidak tumbuh bersama sang ayah, kabar menyebut Ronald Alting Siberg masih hidup dan tinggal di Belanda. Informasi ini sekaligus membantah hoaks yang sempat beredar bahwa ayah Calvin menjadi korban tsunami Aceh pada 2004 silam.

Akun @FT_IDN di platform media sosial X turut mengonfirmasi hal ini. “Riset kami menunjukkan ayah Calvin masih ada, walaupun Calvin sejak kecil tinggal bersama ibunya. Karena ada batasan, tidak mungkin kami menjelaskan detail privasi pemain tanpa izin,” tulis akun tersebut.

Kini, Calvin Verdonk menjadi salah satu bagian penting dari Timnas Indonesia, membawa kebanggaan tersendiri sebagai pemain yang mewakili dua budaya sekaligus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....