Bersatu Melawan Sampah Laut Melalui Gernas BCL 2024

  • 13 Mei 2024 14:59 WIB
  •  Bukittinggi

OoKBRN, Bukittinggi : Sampah di laut telah menjadi permasalahan global yang serius dan mengancam keberlangsungan hidup biota laut dan bumi. Plastik, bahan pencemar utama di laut, terurai menjadi mikroplastik yang mencemari rantai makanan dan membahayakan kesehatan manusia.

Sampah di laut tentu memiliki banyak dampak negatif, di antaranya hewan laut sering terjerat atau tertelan sampah plastik yang dapat menyebabkan kematian, cedera, dan kelaparan. Lalu, plastik terurai menjadi mikroplastik yang mencemari rantai makanan, membahayakan kesehatan manusia, dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut, serta sampah plastik dapat merusak terumbu karang, mangrove, dan habitat laut lainnya, Hal ini penting bagi keanekaragaman hayati dan kesehatan planet.

Ada beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi sampah di laut, yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan, dan mendaur ulang sampah plastik. Juga dapat melakukan kegiatan bersih-bersih pantai, laut, dan sungai untuk memindahkan sampah yang sudah terakumulasi.

Kita juga bisa meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat tentang bahaya sampah laut dan pentingnya menjaga kebersihan laut. Selain itu juga dapat menerapkan kebijakan dan regulasi yang tegas untuk mengurangi penggunaan plastik dan mengelola sampah laut secara berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyelenggarakan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) 2024. Gerakan ini merupakan komitmen pemerintah dalam mengurangi sampah di laut dan pesisir dan akan dilaksanakan secara serentak dari awal Mei hingga akhir Juni 2024.

“Gerakan ini perlu ditingkatkan kelasnya. Kalau kita lihat kondisi persampahan di laut sangat banyak. Ini berbanding terbalik dengan tantangan besar yang harus dilakukan. Misalnya jumlah nelayan 3 juta tetapi nelayan yang terlibat baru 1.700 itu sangat kecil” Ujar M Zulfikar Mochtar selaku pemerhati Kelautan dalam perbincangan Bersama Pro 3 RRI, Sabtu (11/05/2024).

Zulfikar ingin gerakan tersebut melibatkan pemangku kepentingan dengan jumlah lebih banyak lagi karena Indonesia tercatat memproduksi kantong plastik tidak kurang 183 miliar setiap hari. Kita semua dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan laut dan memerangi sampah laut untuk mewujudkan laut yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi sekarang dan masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....