Aksi Proaktif Mitigasi Bencana di Bukit Cangang Kayu Ramang, Kota Bukittinggi

  • 07 Okt 2026 02:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam upaya mitigasi bencana longsor dan gempa bumi, masyarakat beserta jajaran aparatur Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengambil langkah proaktif untuk menjaga kestabilan struktur tanah tebing Ngarai Sianok. Berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pihak sekolah, warga melakukan penanaman bambu kuning di sepanjang bibir tebing serta menyebarkan ribuan benih buah-buahan ke dasar ngarai.

Penanaman vegetasi ini dinilai sebagai langkah mitigasi alami yang krusial untuk mencegah abrasi tanah, sekaligus mengembalikan ekosistem fauna agar kera dapat kembali ke habitat aslinya. Terkait efektivitas pemilihan jenis tanaman penahan longsor tersebut, Ketua RW 02 Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Yunaldi, memaparkan keunggulan akarnya.

"Akar dari batuang itu, bambu kuning itu, sangat kuat itu untuk mengerat tanah yang ada di sekitar tepi Ngarai Sianok itu. Gara-gara akar batuang itulah kekuatan tanah lebih kuat dan jarang longsor," ujarnya.

Bukit Cangang Kayu Ramang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Foto : Google

Selain pendekatan pelestarian alam, mitigasi struktural yang menuntut intervensi pemerintah daerah juga menjadi perhatian serius. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat telah meminta dinas terkait untuk melakukan investigasi tebing menggunakan drone guna mendeteksi titik-titik rawan longsor secara presisi.

Di samping itu, ancaman pergerakan tanah juga diduga dipicu oleh minimnya pemeliharaan saluran pembuangan air di sekitar area berisiko. Tokoh Masyarakat sekaligus Ketua LPM Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang, Inyiak Suharnel Datuak Basa, menegaskan teguran warga terhadap infrastruktur yang terabaikan tersebut.

"Sepanjang jalan Guguk Panjang itu ada drainase, ada banda. Banda itu ada dalamnya sekitar 6 meter. Nah, itu tolong dikoreksi, tolong dirawat. Sejak itu dibangun sampai detik ini tidak pernah di-crosscheck ke dalam seperti apa," paparnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pemangku kepentingan kelurahan telah menetapkan lima titik kumpul evakuasi yang tersebar dari RW 01 hingga RW 05. Meski jalur penyelamatan telah dipetakan, masyarakat masih sangat membutuhkan realisasi penyediaan sarana prasarana keselamatan seperti alat komunikasi Handy Talkie (HT), lampu darurat, alat pengeras suara, tandu, dan tenda.

Warga menanti kejelasan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) khusus kebencanaan agar fasilitas darurat tersebut dapat segera terpenuhi untuk menjamin keselamatan penduduk yang bermukim di zona rawan Ngarai Sianok. (NAS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....