Sah!Fauzan Haviz Pimpin PMI Kota Bukittinggi 2026- 2031, Terpilih secara Aklamasi

  • 04 Okt 2026 12:43 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi — Musyawarah Kota Palang Merah Indonesia Kota Bukittinggi menetapkan Fauzan Haviz, SE, SH, MBA, MALS, MM sebagai ketua terpilih periode 2026-2031 secara aklamasi.

Penetapan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Hotel Campago dan Resort, Jumat 3 Oktober 2026, secara khidmat dan demokratis.

Peserta Muskot terdiri dari perwakilan Pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, Pengurus PMI Kota Bukittinggi, dan perwakilan Pengurus PMI Kecamatan se-Kota Bukittinggi.

Sementara peninjau terdiri dari Kepala Markas dan staf markas, utusan Unit Donor Darah, utusan KSR, TSR, Forum KSR PMI Kota Bukittinggi, serta Forpis Kota Bukittinggi.

Adapun komposisi peserta dan peninjau tersebut telah sesuai dengan Anggaran Dasar PMI Pasal 39 dan Anggaran Rumah Tangga Pasal 57 ayat 3.

Dengan landasan tersebut, seluruh peserta menyepakati secara bulat penetapan Fauzan Haviz sebagai ketua baru secara aklamasi penuh kekeluargaan.

Usai Muskot, Fauzan Haviz kepada wartawan menyampaikan pandangan mengenai arah kerja PMI Kota Bukittinggi ke depan.

Ia mengaitkan arah kerja tersebut dengan tugas pokok PMI yang meliputi siaga bencana, donor darah, pembinaan relawan, dan pelayanan sosial kemanusiaan.

Menurut dia, fungsi tersebut bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga Bukittinggi sehari-hari di rumah sakit dan lokasi bencana.

Karena itu, fondasi internal organisasi harus kuat agar pelayanan kemanusiaan dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

"Palang Merah Indonesia harus kita perbaiki dari dalam," ujar Fauzan Haviz menegaskan komitmen pembenahan organisasi secara menyeluruh.

Ia menilai sumber daya manusia menjadi kunci, sehingga pembenahan harus dimulai dari kualitas relawan.

"Sumber Daya Manusia adalah kunci utama," kata Fauzan Haviz menekankan pentingnya relawan yang profesional, ikhlas, dan berintegritas.

Baginya, relawan bukan pelengkap, melainkan ujung tombak yang hadir di lokasi bencana, ruang donor darah, dan kegiatan sosial.

"Kalau relawan kita kuat, profesional, dan ikhlas, maka pelayanan kemanusiaan akan maksimal," ucap Fauzan Haviz menjelaskan standar kerja relawan.

Untuk itu, konsolidasi organisasi dan pelatihan berkelanjutan akan menjadi program prioritas untuk mencetak relawan tangguh berstandar nasional.

Selanjutnya, pada aspek tata kelola, ia menempatkan kepercayaan publik sebagai modal utama PMI yang harus dijaga bersama.

"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama Palang Merah Indonesia," kata Fauzan Haviz menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik secara konsisten.

Ia juga menekankan bahwa setiap tetes darah dan setiap rupiah donasi harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Setiap tetes darah dan rupiah donasi harus transparan dan akuntabel," ujarnya menekankan pentingnya pengelolaan yang jujur dan bertanggung jawab.

Di samping itu, Fauzan Haviz menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, rumah sakit, dan komunitas kemanusiaan.

"Saya ingin PMI bersinergi lebih kuat dengan Pemerintah Kota Bukittinggi," ucap Fauzan Haviz mendorong kolaborasi penanganan kemanusiaan dan kebencanaan.

Lebih lanjut, fokus kerja terdekat adalah memastikan stok darah di Kota Bukittinggi tetap aman dan tersedia.

"Target kita jelas, stok darah di Bukittinggi harus aman," tegas Fauzan Haviz memastikan warga tidak perlu mencari darah ke luar kota.

Dengan berakhirnya masa bakti Chairunnas selama dua periode, estafet kemanusiaan kini berada di tangan Fauzan Haviz.

Dari Jalan Dr. Rivai Nomor 17 A, Kayu Kubu, Guguk Panjang, ia bertekad menjadikan PMI Bukittinggi rumah besar kemanusiaan yang sigap, transparan, dan selalu hadir untuk warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....