Muskot PMI Bukittinggi Periode 2026–2031 Hadirkan Dua Kandidat

  • 02 Okt 2026 02:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi — Musyawarah Kota Palang Merah Indonesia Kota Bukittinggi akan menentukan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu, 3 Oktober 2026, di Campago Resort Hotel, Kota Bukittinggi, dengan menghadirkan dua kandidat.

Dua nama yang mengikuti proses pemilihan tersebut ialah H. Chairunnas dan Fauzan Haviz. H. Chairunnas merupakan petahana, sedangkan Fauzan Haviz mengikuti kontestasi sebagai kandidat yang menawarkan arah kepemimpinan untuk periode berikutnya.

Keduanya memiliki latar pengalaman masing-masing yang menjadi bagian dari rekam perjalanan sebelum mengikuti pemilihan. Dalam forum tersebut, kedua kandidat memiliki kesempatan menyampaikan gagasan, program, serta arah pengembangan pelayanan kemanusiaan kepada peserta musyawarah.

H. Chairunnas tercatat sebagai pengurus yang telah menjalankan kepemimpinan PMI Kota Bukittinggi pada periode sebelumnya. Pengalamannya sebagai petahana menjadi bagian dari rekam organisasi yang akan dipertimbangkan peserta dalam menentukan kepemimpinan periode 2026–2031.

Sementara itu, Fauzan Haviz memiliki latar belakang sebagai tokoh masyarakat, politisi, dan akademisi. Ia juga memiliki pengalaman pendidikan serta aktivitas organisasi yang menjadi bagian dari profilnya dalam mengikuti proses pemilihan ketua PMI Kota Bukittinggi.

Kedua kandidat tersebut membawa latar pengalaman yang berbeda, namun sama-sama berhadapan dengan tanggung jawab mengembangkan pelayanan kemanusiaan. Ruang musyawarah selanjutnya menjadi tempat bagi peserta untuk mencermati gagasan dan kemampuan masing-masing kandidat dalam menjalankan mandat organisasi.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Palang Merah Indonesia, masa kepengurusan pada tingkat provinsi serta kabupaten dan kota berlangsung selama lima tahun. Ketentuan tersebut juga tidak menetapkan pembatasan jumlah periode seseorang dapat menjabat sebagai ketua, sehingga keputusan berada dalam mekanisme organisasi.

Dalam pelaksanaan Musyawarah Kota PMI Bukittinggi, terdapat sejumlah unsur yang memiliki hak suara sesuai ketentuan forum. Unsur tersebut meliputi Pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, Pengurus PMI Kota Bukittinggi, tiga pengurus kecamatan, serta perwakilan Forum Relawan.

Tiga pengurus kecamatan tersebut berasal dari Mandiangin Koto Selayan, Guguk Panjang, serta Aur Birugo Tigo Baleh. Komposisi hak suara itu menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan karena setiap suara memiliki konsekuensi terhadap hasil pemilihan.

Apabila perwakilan Forum Relawan memperoleh surat keputusan sehingga jumlah hak suara menjadi enam, kandidat membutuhkan sedikitnya empat suara untuk memperoleh mayoritas. Jika unsur relawan belum memiliki pengesahan dan suara berjumlah lima, kandidat membutuhkan sedikitnya tiga suara untuk memperoleh mayoritas dalam forum.

Selain menentukan figur ketua, musyawarah juga menjadi ruang pembahasan arah organisasi untuk menghadapi kebutuhan pelayanan kemanusiaan lima tahun mendatang. Agenda tersebut mencakup penanggulangan bencana, pemenuhan kebutuhan darah, pelayanan kesehatan dan sosial, serta penguatan kapasitas relawan.

Pelayanan kepada masyarakat juga berkaitan dengan pembinaan Palang Merah Remaja dan Korps Sukarela sebagai bagian dari regenerasi relawan. Kepengurusan terpilih nantinya akan menghadapi kebutuhan untuk menjaga kesinambungan program sekaligus menyesuaikan pelayanan dengan dinamika kemanusiaan di Kota Bukittinggi.

Seluruh proses organisasi mengacu pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Prinsip tersebut meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan sebagai landasan pelayanan.

Musyawarah Kota PMI Bukittinggi akhirnya menjadi forum bagi pemilik hak suara untuk menentukan kepemimpinan periode 2026–2031. Hasil pemilihan akan menetapkan siapa yang memperoleh mandat peserta untuk memimpin organisasi sekaligus menjalankan agenda pelayanan kemanusiaan selama lima tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....